Suara Ponorogo – Jelang perayaan Idul Adha tahun ini, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo tidak beroperasi.
RPH yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo ini diresmikan pada tahun 2022, namun sayangnya tak satupun hewan yang dipotong di RPH tersebut akibat kurangnya minat dari masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan), Masun, mengungkapkan bahwa RPH yang terletak di Kecamatan Jetis telah berhenti beroperasi selama satu tahun.
"Sementara off dalam kurun 1 tahun ini, kami menggratiskan pemotongan namun juga belum menarik minat pedagang daging," ujarnya dengan sedikit kekecewaan.
RPH Ponorogo sebelumnya sempat mangkrak selama 9 tahun sebelum diresmikan pada tahun lalu.
RPH tersebut dilengkapi dengan fasilitas penunjang dan mesin modern untuk melayani kebutuhan masyarakat. "Kapasitas sebenarnya 26, tapi kami siap melayani berapa pun," jelas Masun dengan harapan agar masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan.
Selain itu, Masun juga mengklaim bahwa RPH yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo saat ini telah memiliki sertifikasi halal. Ia bahkan menyebut bahwa pada tahun 2024, semua daging yang disembelih di RPH wajib bersertifikasi halal.
Mengingat pentingnya sertifikasi halal dalam pemotongan hewan, Masun menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas RPH yang telah tersertifikasi tersebut.
"Selama masyarakat memotong ternak sendiri, maka kehalalan daging tersebut tidak terjamin. Padahal menurut ketentuan, semua daging sudah harus tersertifikasi halal," tegas Masun.
Baca Juga: Bersyukur MK Putuskan Pemilu Tetap Terbuka, AHY: Keadilan Berpihak Pada Kedewasaan Demokrasi
Kegagalan operasional RPH Ponorogo ini menunjukkan adanya hambatan yang perlu ditangani oleh pemerintah setempat. Meskipun telah disediakan pemotongan gratis dan fasilitas yang memadai, minat masyarakat dalam memanfaatkan RPH masih belum mencukupi.
Perlu adanya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menggunakan RPH yang telah tersertifikasi halal.
Dalam konteks yang lebih luas, penyembelihan hewan yang tidak memiliki sertifikasi halal dapat menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang menjalankan aturan agama.
Oleh karena itu, edukasi dan penyuluhan terkait prosedur pemotongan hewan yang halal menjadi perlu dilakukan agar masyarakat dapat memahami pentingnya sertifikasi tersebut.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk memperbaiki situasi ini, termasuk melakukan kampanye yang lebih intensif, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan bekerja sama dengan pedagang daging untuk mempromosikan dan memanfaatkan RPH yang telah tersedia.
Dengan demikian, diharapkan RPH Ponorogo dapat beroperasi dengan efektif dan memberikan layanan yang memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memastikan kehalalan daging yang mereka konsumsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
Terkini
-
Redam Ketegangan, Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Penyesalan kepada Korea Utara
-
Skandal Paspor Belanda Meluas ke Liga Putri, Bagaimana Nasib Felicia de Zeeuw dkk?
-
Biaya Pasang Panel Surya 900 Watt di Rumah Terbaru 2026, Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan
-
Palembang Kebanjiran Tiap Hujan, Tapi Air Bersih Belum Merata: Ada yang Salah dengan Kota Ini?
-
Selingkuh Berujung Petaka, Petani di Bone Tewas di Tangan Suami Dendam
-
Baru Operasi, Marc Klok Tetap Main Full dan Bawa Persib Bandung Menang di Padang
-
Banggar DPR Tolak Usulan JK Kurangi Subsidi BBM: Kenapa Hak Orang Miskin Diotak-Atik?
-
Konflik Timur Tengah Berpotensi Picu Krisis Pupuk, Ketahanan Pangan Terancam?
-
Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi
-
Berapa Harga APAR? Heboh Petugas SPBU Ogah Padamkan Motor Terbakar, Sebut APAR Mahal