Suara Ponorogo - Khoirotul Umi Mahmudah, seorang bidan desa yang tinggal di kaki gunung Wilis, tepatnya di desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terus berupaya mensosialisasikan pentingnya pemberian ASI dan mendampingi tumbuh kembang anak hingga periode emas.
Dalam upaya tersebut, Bidan Umi bahkan menggelar kegiatan edukasi yang dihadiri ratusan ibu menyusui dari berbagai pelosok Ponorogo hingga kabupaten tetangga.
Dalam acara tersebut, dokter spesialis anak dihadirkan sebagai narasumber untuk memberikan pengetahuan tentang lonjakan pertumbuhan anak.
Bidan Umi, yang juga pemilik Rumah Bersalin Mazaya, menjelaskan visi yang menjadi motivasi di balik kegiatan ini dengan penuh semangat, "Visi kami ke depan adalah semakin banyak ibu yang melahirkan secara alami dan memberikan ASI eksklusif untuk anak-anak di Ponorogo"
Bidan Umi mengungkapkan harapannya agar ibu-ibu dapat secara komprehensif mendampingi tumbuh kembang buah hati mereka, tidak hanya selama fase kehamilan dan kelahiran, tetapi juga selama periode emas yang sangat penting dalam kehidupan anak.
Selama periode tersebut, nutrisi, stimulasi, dan perlindungan terhadap buah hati menjadi hal yang harus dioptimalkan.
"Periode emas ini tidak dapat diulang dan memiliki peranan krusial dalam menentukan kualitas pertumbuhan anak," ungkap Ibu Khoirotul Umi Mahmudah saat ditemui.
Ia juga menekankan pentingnya pemberian ASI, karena cairan hidup tersebut memberikan kontribusi besar dalam tumbuh kembang bayi.
Ibu dianjurkan untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, diikuti dengan pemberian makanan pendamping ASI hingga usia 2 tahun, untuk memastikan anak tumbuh dengan baik.
Baca Juga: PAN Sodorkan Erick Thohir Jadi Cawapres Prabowo, Gerindra: Ada Syaratnya
Dalam wawancara singkat, Bidan Umi juga menegaskan betapa pentingnya pendidikan dan pemahaman bagi ibu-ibu dalam menghadapi masa tumbuh kembang anak.
"Kami berharap acara seperti ini dapat membantu ibu-ibu mendapatkan pengetahuan yang relevan tentang tumbuh kembang anak. Dengan pemahaman yang baik, ibu-ibu akan mampu memberikan dukungan dan perawatan yang optimal untuk menciptakan generasi yang berkualitas di masa depan," ujarnya dengan suara lembut.
Kegiatan edukasi yang diadakan oleh Bidan Umi diharapkan menjadi langkah awal dalam memberikan informasi yang benar dan mendukung para ibu-ibu di Ponorogo dalam menjalani peran mereka sebagai pendamping tumbuh kembang anak.
Dengan pengetahuan yang tepat, diharapkan generasi berkualitas yang diidamkan dapat terwujud, dan Ponorogo menjadi daerah yang dihuni oleh anak-anak sehat dan berpotensi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026
-
Mitra Grab Sambut Positif Skema Komisi 8 Persen, Sebut Tak Ada Lagi Potongan Tambahan
-
Korban Tewas Kecelakaan Sibolangit Dibawa ke RS Adam Malik, Kondisi Mengenaskan
-
Dengue Rugikan Indonesia Rp9 Triliun di 2024: Mengapa 3M Saja Tidak Lagi Cukup?
-
Penantian 18 Tahun Terbayar, 5 Ribu Penggemar 'Karaoke Massal' di Konser Peterpan Malaysia
-
6 Korban Kecelakaan Sibolangit Dirawat di RS Adam Malik, 1 Anak Luka Serius
-
Kisah Foto Ikonik Messi dan Bayi Lamine Yamal, Berujung Duel di Final Piala Dunia 2026
-
Bantargebang Berbenah, Sampah Warga Tetap Diangkut
-
Evakuasi Dramatis Satu Jam Pekerja Pabrik Marmer di Gresik yang Tewas Tertimpa Reruntuhan
-
Dedi Mulyadi Sambut Baik Putusan PTUN, Sebut PLK Lembaga Tidak Sah