Suara Ponorogo - Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, akhirnya menyetujui adanya pemekaran desa di dua kecamatan, yaitu Ngrayun dan Slahung, sebagai respons terhadap desakan warga yang ingin mendirikan desa baru di Ponorogo.
Menurut data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Ponorogo, telah disepakati pendirian empat desa baru di Kecamatan Ngrayun.
Desa tersebut yakni, Desa Sambiganen (pemekaran dari Desa Ngrayun), Desa Pucak Mulyo dan Ngandel (pemekaran dari Desa Cepoko), serta Desa Galih (pemekaran dari Desa Baosan Lor).
Di Kecamatan Slahung, tepatnya di Desa Slahung, juga terdapat satu desa baru yang diberi nama Dasa Argo Mulyo.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Sambiganen, Sunarlin, mengungkapkan bahwa keinginan warga untuk memiliki desa sendiri sudah ada sejak 13 tahun yang lalu.
Sunarlin menjelaskan bahwa Desa Sambiganen, yang sebelumnya merupakan bagian dari Dukuh Sambi di Desa Ngrayun, memiliki lebih dari 2.000 penduduk.
Sunarlin menyatakan, "Mimpi kita sudah ada sejak 13 tahun yang lalu. Warga di sini ingin memiliki desa sendiri karena jarak dari sini ke Kantor Desa Ngrayun sejauh 13 kilometer. Sangat jauh untuk mengurus administrasi."
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menjelaskan bahwa pemekaran empat desa menjadi lima desa baru bertujuan untuk mendekatkan layanan administrasi dan mengurangi jarak yang harus ditempuh oleh masyarakat untuk ke kantor desa.
Ia mengatakan, "Sambi adalah sebuah dukuh di desa ibu kota kecamatan, tetapi berjarak 13 kilometer, terlebih lagi jumlah penduduknya banyak. Hal yang sama berlaku untuk Ngebem yang juga berjarak jauh dari Desa Slahun” terang kang Giri.
Baca Juga: Sikap Pemerintah Soal Polemik Ponpes Al-Zaytun: Bentuk Tim Investigasi, Izin Bakal Dicabut?
Sugiri menambahkan bahwa saat ini lima desa baru tersebut berstatus sebagai desa persiapan.
Proses pemekaran sudah diatur dalam peraturan bupati dan tinggal menunggu pemberian kode desa oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar terdaftar resmi.
Sugiri juga mengungkapkan bahwa selain pemekaran lima desa baru tersebut, pihaknya juga akan melakukan pemekaran di beberapa desa yang memiliki dukuh-dukuh terpencil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan