Amerika Serikat membangun pangkalan tempur di Alaska senilai 7 miliar dolar guna memperkuat Pasifik.
Pembangunan mencakup hanggar, asrama, hingga pusat simulasi tempur canggih untuk melatih pilot militer.
Proyek strategis ini direncanakan mulai berjalan pada 2027 dan selesai pada akhir tahun 2035.
Suara.com - Pentagon memulai ambisi besar memperkuat dominasi udara di wilayah Pasifik dengan membangun kompleks pangkalan tempur raksasa.
Proyek bernama Fighter Town Recapitalization ini membutuhkan total anggaran fantastis mencapai hampir 7 miliar dolar AS.
Dikutip dari Sputnik, langkah strategis ini menjadi respon langsung Amerika Serikat terhadap dinamika keamanan global yang semakin menantang.
Angkatan Udara AS menilai fasilitas saat ini di Alaska tidak lagi memadai untuk menampung peningkatan operasi.
Investasi masif ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan militer di kawasan utara melalui pangkalan yang komprehensif.
Tahap awal pembangunan akan menyerap alokasi anggaran sebesar 2,066 miliar dolar AS pada tahun anggaran 2027.
Proses pengerjaan fisik kompleks militer terpadu ini direncanakan rampung sepenuhnya pada Desember 2035 mendatang.
Pentagon menyebut pengembangan ini merupakan kebutuhan mendesak sesuai dengan mandat Strategi Pertahanan Nasional Amerika Serikat.
Fasilitas baru tersebut akan mencakup pembangunan hanggar perawatan canggih hingga kompleks penyimpanan amunisi konvensional.
Baca Juga: Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran
Militer AS juga menyediakan hunian modern bagi 320 personel untuk mengatasi krisis perumahan di area pangkalan.
Selain infrastruktur fisik, AS menyiapkan dana 355 juta dolar AS untuk Pusat Uji dan Pelatihan Terpadu Bersama.
Fasilitas simulator ini dirancang agar pilot mampu menghadapi ancaman lintas domain dalam lingkungan virtual yang nyata.
Teknologi simulasi canggih tersebut memungkinkan latihan pertempuran modern tanpa harus melakukan penerbangan fisik yang berisiko.
Langkah ini mempertegas transisi militer Amerika Serikat menuju digitalisasi sistem pertahanan yang lebih efektif dan efisien.
Pembangunan pusat pelatihan ini merupakan bagian terpisah namun tetap terintegrasi dengan pengembangan besar di Alaska.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Sisi Gelap Kafe dan Restoran Mewah di Gaza
-
4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi, Simple Bisa Periksa Lewat HP
-
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas
-
CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan
-
Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?
-
Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata
-
KPK Panggil Lagi Eks Staf Ahli Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA
-
Siswa SMKN Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Minta Evaluasi Bansos
-
AS Luncurkan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Klaim Jamin Stabilitas Pasokan Minyak Mentah
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok di Kasus Suap Lahan