Suara Ponorogo - Hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2023 di Kabupaten Ponorogo menunjukkan bahwa sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) tidak berhasil mendapatkan siswa baru.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Nurhadi Hanuri, menyebutkan ada berbagai masalah terkait dengan hal ini.
Nurhadi menjelaskan bahwa hasil PPDB 2023 menunjukkan bahwa ada lima SDN yang tidak mendapatkan murid baru. Hal ini dianggap sebagai suksesnya KB.
"Hasil PPDB 2023, khususnya SD, ada 5 sekolah yang tidak mendapatkan murid. Ini menunjukkan keberhasilan dari kebijakan KB yang telah kami terapkan," ujar Nurhadi.
Namun, Ia juga menyadari pentingnya inovasi dari kepala sekolah dalam menarik minat masyarakat.
Menurutnya, kepala sekolah perlu mampu menyusun program unggulan yang dapat meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut.
"Perlu adanya inovasi dari kepala sekolah untuk bisa menarik simpati masyarakat dimana dia harus mampu menyusun program unggulan, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat ada," ungkap Kadis Pendidikan Ponorogo ini, Senin (17/7/2)
Dalam upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah, Dindik Ponorogo terus mendorong kepala sekolah untuk melaksanakan inovasi yang baik.
Nurhadi menekankan pentingnya memiliki program yang jelas agar masyarakat tertarik untuk menyekolahkan anak-anaknya di lembaga tersebut.
"Kami terus mendorong agar kepala sekolah melaksanakan inovasi yang baik, sehingga ke depan lembaga yang dikelolanya memiliki program yang jelas sehingga masyarakat mau menyekolahkan anak-anaknya ke lembaganya itu," katanya
Baca Juga: Perjalanan Karir Djan Faridz, dari Pengusaha Hingga Jadi Wantimpres Era Jokowi
Terkait kemungkinan regrouping, Nurhadi mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan analisis terhadap perkembangan regional dan kondisi riil masyarakat sebelum memutuskan langkah selanjutnya.
"Regruping? Kita akan menganalisa lagi, regrouping dilihat dari perkembangannya, baik secara regional ataupun kondisi riil di masyarakat itu akan kita evaluasi lagi," jelas Nurhadi.
Meskipun terdapat kekurangan siswa baru di beberapa SDN, Nurhadi menegaskan bahwa jumlah lulusan TK yang mendaftar masih lebih banyak daripada jumlah siswa yang diterima di sekolah negeri.
Menurutnya, penerimaan siswa masih seimbang dan tidak ada penurunan jumlah siswa yang diterima.
"Jadi yang mendaftar atau yang diterima itu sudah balance. Tidak ada penurunan. Suksesnya KB, suksesnya lembaga lain, misal ke MAN berbasis agama, baik negeri atau swasta, mendaftar atau menerima itu menyerap sama saja," pungkas Nurhadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil