SUARA PONOROGO - Dugaan pungli dalam pengurusan surat segel tanah untuk Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, telah menyasar tidak hanya warga biasa tetapi juga Anggota Dewan DPRD Ponorogo.
Sekretaris Komisi D DPRD Ponorogo, Relelyanda Solekha, mengungkapkan bahwa dirinya menjadi korban atas kasus dugaan pungutan liar yang terjadi dalam proses PTSL di wilayah tersebut.
Relelyanda Solekha, yang akrab dipanggil Lely, menyatakan bahwa penanganan kasus ini oleh pihak penyidik dinilainya terlalu lamban, membuatnya dan warga lainnya gelisah.
"Wakil rakyat seperti saya merasa gelisah, seperti halnya warga lainnya. Kenapa proses di Sawoo ini terlalu lama menurut kami," ujar Lely ketika diwawancarai.
Menanggapi dugaan pungli tersebut, Komisi A DPRD Ponorogo telah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi lebih lanjut. Rekomendasi dari Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) juga harus diproses sesuai hukum.
Lely mengungkapkan kekhawatirannya tentang potensi aksi unjuk rasa yang lebih besar jika pihak berwenang tidak segera mengambil tindakan tegas dengan menetapkan tersangka dalam kasus ini.
Selain itu, ia juga berharap perangkat desa yang terlibat dalam dugaan pungli PTSL di Desa Sawoo segera dipanggil oleh kejaksaan negeri untuk dimintai keterangan.
"Sementara ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak berani memproses PTSL di Sawoo, prosesnya akan tetap terkatung-katung," tambahnya.
Kasus dugaan pungli surat segel tanah PTSL ini telah menimbulkan keprihatinan di masyarakat dan juga di kalangan legislator.
Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Bali United Comeback, Hancurkan Arema FC 3-1
Semua pihak berharap agar penegakan hukum dapat dilakukan dengan cepat dan tuntas untuk mengungkap fakta sebenarnya serta mengatasi dugaan praktik pungli yang meresahkan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 25 Juni 2026 di Medan
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030
-
Kita Bikin Romantis! Ucapan Antonela untuk Messi di Usia 39: Kami Punya Segalanya Karena Kamu
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Berapa Harga iPad Paling Murah 2026? Desain Premium, Paling Worth It Dibeli
-
Vino G Bastian, Sigi Wimala, dan Rudi Soedjarwo Bicara Arti Kasih Sayang di Film Tanah Runtuh