SUARA PONOROGO - Cuaca ekstrem belakangan ini telah membuat sebagian besar masyarakat di Bumi Reog merasakan dingin yang menyergap. Suhu yang sangat dingin di Kabupaten Ponorogo pada malam hingga pagi membuat masyarakat harus berjibaku dengan busana ekstra untuk melawan rasa dingin yang membatasi aktivitas mereka.
Dalam menghadapi fenomena cuaca musim dingin yang tengah berlangsung, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, drh. Sapto Djatmiko, memberikan saran bijak kepada warga. Beliau menyarankan agar pada malam hari, masyarakat menggunakan pakaian yang lebih tebal untuk tetap merasa hangat dan nyaman.
"Jangan biarkan diri Anda kedinginan saat malam hari seperti sekarang ini. Gunakan pakaian hangat agar tetap merasa nyaman," ujar Sapto Djatmiko dengan bijaksana pada Kamis (27/7/2023).
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa fenomena suhu dingin yang terjadi merupakan hal yang wajar dan terjadi setiap tahun saat beralih ke musim kemarau. Oleh karena itu, warga tidak perlu cemas atau khawatir menghadapinya.
Para petugas dari BPBD Ponorogo telah mencatat bahwa suhu udara di beberapa wilayah Ponorogo bahkan mencapai 11 derajat Celsius saat malam hari. Ini terjadi akibat dari pola tekanan udara yang tinggi di wilayah Australia, yang mengakibatkan pergerakan udara dingin yang berasal dari sana menuju Indonesia, termasuk Pulau Jawa.
"Dinginnya suhu ini dapat kita kaitkan dengan pola tekanan udara yang relatif tinggi di wilayah Australia," ungkapnya dengan penjelasan terperinci.
Namun, perlu diingat bahwa fenomena dingin ini sebenarnya merupakan bagian dari keindahan alam dan menjadi efek dari angin muson Australia yang menyebabkan kemarau di Indonesia.
Dengan menggunakan pakaian yang hangat dan sesuai pada malam hari, diharapkan warga Ponorogo dapat lebih nyaman dan sehat dalam menghadapi perubahan suhu yang terjadi.
Jadi, mari kita persiapkan diri dan kenakan pakaian yang tepat untuk menghadapi dinginnya musim ini. Jangan biarkan cuaca menghalangi semangat kita dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Tetap jaga kesehatan, Bumi Reog!
Baca Juga: Google Kritik Rancangan Perpres Jurnalisme Berkualitas Ancam Kebebasan Media di Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Piala Dunia 2026 Makin Canggih! Drone Penyelamat Siaga di Setiap Stadion
-
Dia yang Minta! Mikel Arteta Beberkan Alasan Gabriel Jadi Eksekutor Terakhir Arsenal
-
Diramaikan Sandiaga Uno, Ajang Lari 5K di Senayan Kampanye 10 Ribu Langkah Per Hari
-
Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata
-
Pemuda Putus Cinta di Batam Bacok Tangan Sendiri, Ngaku Dibegal Biar Mantan Kasihan
-
PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa
-
Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang
-
Seleksi Mandiri UNTAN 2026: Jadwal, Biaya Pendaftaran, Syarat, dan Link Daftar Lengkap
-
Oreo x BTS Resmi Hadir, Bawa Rasa Hotteok Korea dan Biskuit Ungu Pertama dalam Sejarah
-
Lawan Maling dengan Gunting, Pria Penjaga Kambing Ini Malah Dijebloskan ke Penjara