SUARA PONOROGO - Ponorogo, Jawa Timur, digegerkan dengan aksi vandalisme yang merusak keindahan bangunan publik. Stadion Batoro Katong yang baru saja di perbaiki pemkab Ponorogo menjadi korban tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.
Tembok stadion yang baru saja direnovasi dan dicat dengan indah, kini menjadi sasaran vandalisme yang menyedihkan.
Tulisan-tulisan provokatif mengenai klub sepakbola kesayangan warga Bumi Reog, Persepon, terletak dengan jelas di kedua sisi pintu masuk sebelah selatan stadion. Tindakan vandalisme ini tentu saja menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan warga.
Kabid Pemuda dan Olahraga dari Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, yaitu Suwanto, dengan tegas menyatakan bahwa stadion Batoro Katong bukanlah sembarang tempat.
Ia menekankan bahwa stadion ini merupakan aset berharga yang dimiliki oleh seluruh masyarakat Ponorogo dan harus dijaga bersama-sama.
Suwanto menekankan aksi vandalisme yang merusak dinding stadion ini juga berdampak negatif pada citra tim sepakbola Persepon. Tim tersebut adalah kebanggaan warga Ponorogo, dan tindakan yang merusak fasilitas umum seperti stadion bukanlah cara yang tepat untuk menyampaikan protes.
Suwanto mengajak semua pihak untuk menyampaikan kritik atau protes dengan cara yang lebih bijaksana dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Dengan berbicara dan berdiskusi secara baik, masalah dapat diselesaikan dengan lebih efektif dan tidak merusak lingkungan sekitar.
Sebagai langkah preventif untuk mencegah terulangnya aksi vandalisme serupa, Suwanto berencana untuk berkoordinasi dengan Kepala Disbudparpora dalam mengusulkan pemasangan sistem CCTV di sekitar stadion.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan pengawasan lebih ketat dan mengidentifikasi pelaku jika aksi vandalisme terjadi lagi di masa mendatang.
Baca Juga: Dituding Selingkuh di Tempat Gym, Inge Anugrah Ngaku Dikuntit Orang Asing Suruhan Ari Wibowo?
Selain itu, pihak terkait juga akan segera melakukan pengecatan ulang untuk menutupi tulisan-tulisan vandalisme yang telah mengotori dinding stadion.
"Kami akan menganggarkan dana untuk pengecatan ulang guna mengembalikan keindahan stadion ini," tegas Suwanto.
Dengan tindakan-tindakan preventif dan perbaikan yang diambil, diharapkan vandalisme di Stadion Batoro Katong dapat dicegah dan keindahan serta citra stadion yang baik dapat dipertahankan demi kebanggaan dan kenyamanan warga Ponorogo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
-
4 Rekomendasi Bedak Red-A Murah untuk Makeup Harian, Mulai Rp14 Ribuan
-
Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!
-
Inklusi Keuangan BRI Kian Masif, Saldo CASA BRILink Agen Tembus Rp30 Triliun
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Makin Sengit, Honor dan Redmi Bersaing Rilis HP Baterai Jumbo hingga 12.000 mAh
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digeladang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
BRILink Agen Jadi Penggerak Ekonomi Desa dengan Jangkauan Lebih dari 1,18 Juta Agen
-
Jaringan BRILink Agen Makin Luas, Layani Transaksi Keuangan di Ribuan Desa
-
Holding UMi Jadi Jawaban Atas Akses Pembiayaan Terintegrasi bagi Para Pelaku Usaha Mikro