SUARA PONOROGO – Sebuah postingan mengenai jalan berdebu tebal yang diunggah oleh akun media sosial Instagram @ponorogo.update tiba-tiba menjadi viral.
Dalam postingan tersebut, akun dengan jumlah pengikut mencapai 144 ribu ini menampilkan foto dan video kondisi jalan yang mengganggu warga di lokasi Utara Lampu Merah Perempatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, menarik perhatian warganet dari Bumi Reog.
Hanya dalam waktu kurang dari dua jam, postingan tersebut berhasil meraih 1.404 like dan mendapat beragam komentar dari warganet yang juga mengeluhkan kondisi jalan yang berdebu tersebut.
Salah satu warganet dengan akun @riska_riskahardiyanti menulis, "Selama pembangunan belum rampung, jalan ini pasti akan rusak kembali karena sering dilewati truk. Sabarlah, mari kita tunggu hingga pembangunan selesai, semoga jalan ini bisa diperbaiki dengan lebih baik."
Tak hanya dukungan, tetapi ada juga warganet dengan akun @fabianlutfy yang menambahkan sentuhan humor, "enenge yo menungso,rusak sambat,didandani yo sambat,nek alus ge balapan diwenehi pulisi tidur sambat meneh. Durung mengko nek tibo nyalahno setan jare dalane wingit ."
Namun, di antara dukungan dan perhatian dari warganet, ada juga keluhan dari akun @ayzsams yang mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan warga sekitar yang rentan terkena debu jalan tersebut, terutama anak-anak balita yang mungkin mengalami gangguan pernapasan akibat debu tersebut.
Akun @ayzsams bertanya, "Kasihan warga sekitar yang memiliki balita. Mereka pasti sering batuk. Apakah ada solusi yang ditawarkan?"
Menyikapi viralnya postingan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo memberikan penjelasan terkait upaya perbaikan jalan.
Ia mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan perbaikan levelling dengan CTB (Cement Treated Base) untuk memperbaiki kondisi jalan. Selain itu, untuk pengaspalannya, rencananya akan dilakukan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional dengan program inpres jalan daerah.
Baca Juga: 4 Anggota DPR RI Dipanggil KPK Terkait Kasus Korupsi Rp 14,5 Miliar di Ditjen Perkeretaapian
Meski demikian, Jamus Kunto Purnomo juga mengakui bahwa kondisi jalan masih berdebu seperti sebelum diperbaiki. Dalam upaya peningkatan kualitas jalan yang lebih baik, pihaknya masih terus melakukan perbaikan dan mengharapkan pengertian dari warga selama proses perbaikan berlangsung.
"Memang jalan masih berdebu, sama seperti sebelum jalan diperbaiki, juga berdebu," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
THM Panhead Jadi Perbincangan usai Kasus Penembakan TNI dan Temuan Senjata Rakitan
-
Pernah Dipakai Runner Harian, Sekarang 7 Sepatu Lari Ini Justru Jadi Barang Koleksi Mahal
-
Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026
-
Ayah dan Anak Tewas dalam Rumah Terbakar di Musi Banyuasin, Warga Tak Sempat Menolong
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Pesirah Bank Sumsel Babel Kini Jadi Pilihan Anak Muda Sumsel untuk Bangun Dana Darurat
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha