SUARA PONOROGO - Semangat juang untuk bangsa dan negara kembali menggelora di peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 tahun.
Dalam suasana yang penuh makna ini, Sunarto, Ketua DPRD Ponorogo, tidak hanya mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo, namun juga menggugah semangat berkorban demi Indonesia.
Menurut Sunarto, semangat berkorban ini tak hanya layak diucapkan, namun harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama di daerah. Terlebih lagi, dengan tujuan ambisius Indonesia menuju tahun 2045 yang disebut sebagai tahun emas.
Dalam pandangan Sunarto, salah satu kunci menuju cita-cita besar ini adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
"Jalan menuju Indonesia yang lebih baik tidak dapat dilepaskan dari kualitas pendidikan yang berkualitas. Di wilayah Kabupaten Ponorogo, kami meyakini bahwa peningkatan kualitas pendidikan adalah suatu keharusan," tegas Sunarto dengan penuh keyakinan.
Ia berpendapat bahwa pendidikan harus menjadi tulang punggung transformasi dan pembangunan, terutama di kabupaten tersebut.
Namun, realitas yang ada jauh dari gambaran ideal. Sunarto dengan tajam menyorot permasalahan yang kerap dihadapi di daerahnya. Salah satu isu yang ditekankannya adalah ketidakseimbangan antara sekolah negeri dan swasta dalam hal daya tarik dan mutu pendidikan.
"Kenyataannya, hari ini banyak sekolah swasta yang memiliki biaya lebih tinggi mampu menarik minat calon murid lebih besar dibandingkan sekolah negeri," paparnya.
Begitu pula, Sunarto menunjuk ke membaiknya fasilitas sekolah negeri namun masih tetap kalah dengan sekolah swasta
Baca Juga: Bawa Skuad Seadanya di Piala AFF U-23 2023, Shin Tae-yong Tetap Bersyukur
"saya berharapa pemerintah daerah terutama sekolah negeri segera berbenah diri, jangan hanya di zona nyaman ketika muridnya berkurang menjadi sedih dan meratapi
Tantangan semakin pelik dengan fenomena saat ini di mana orang tua cenderung mencari sekolah swasta yang dianggap memiliki kualitas lebih baik, meski dengan biaya yang lebih mahal. Hal ini, menurut Sunarto, memberikan tekanan kepada sekolah negeri untuk terus berinovasi dalam hal pengajaran.
"Sekolah negeri perlu meremajakan metode pengajaran dan kurikulum agar dapat bersaing sejajar dengan sekolah swasta dalam hal mutu pendidikan," ungkapnya.
Di akhir wawancara, Sunarto menegaskan bahwa ketika sekolah negeri tidak mampu menarik minat siswa, langkah berikutnya bukanlah hanya meratapi nasib. Ia mengajak semua pihak terkait untuk bersama-sama mencari solusi, baik pemerintah daerah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat.
"Kita tidak boleh berdiam diri dalam menghadapi tantangan ini. Semangat kemerdekaan harus terus hidup dalam diri kita, mendorong kita untuk berbuat lebih baik demi masa depan pendidikan dan bangsa," tandas Sunarto penuh semangat.
Dalam atmosfer peringatan kemerdekaan yang penuh haru dan semangat, suara Sunarto mengingatkan kita bahwa perjuangan untuk memajukan pendidikan dan mencetak generasi yang berkualitas adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan menuju Indonesia emas pada tahun 2045.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Heboh Pengunjung Tewas Jatuh dari Lantai 4 Plaza Medan Fair, Diduga Bunuh Diri
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
-
Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?
-
Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga
-
Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan
-
Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur