SUARA PONOROGO - Aksi penjarahan terhadap mobil pick-up bawang merah yang terjadi dalam acara puncak peringatan Grebeg tutup Suro di Kabupaten Ponorogo telah menjadi sorotan utama, khususnya di jagat maya.
Bupati Sugiri Sancoko memberikan penjelasan terkait video viral yang menunjukkan aksi penjarahan bawang merah seiring dengan acara karnaval yang dihadiri juga oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Dalam pernyataannya, Kang Giri - sebutan akrab Bupati - menegaskan atas nama masyarakat Ponorogo, ia merasa terpanggil untuk menyampaikan permintaan maaf.
Dalam semangat solidaritas, Bupati pun menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan kepada para petani yang mengalami kerugian akibat penjarahan bawang merah tersebut, yang dilakukan oleh sejumlah warga secara beramai-ramai.
"Saya, sebagai perwakilan masyarakat Ponorogo, dengan tulus meminta maaf atas insiden ini. Jika ada kerugian yang dialami, saya bersedia menggantinya," tegasnya seperti dikutip dari akun Instagram resmi @sugirisancoko26.
Sebagaimana telah diketahui, video penjarahan bawang merah tersebut telah menjadi viral dan memicu reaksi luas. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas bagaimana warga serta para pengguna jalan merapat dan menjarah muatan bawang merah dari sebuah mobil pikap.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun TikTok @arifunna, dengan durasi 28 detik, dan cepat menyebar melalui berbagai platform media sosial, mengundang perbincangan intens di kalangan netizen.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi