SUARA PONOROGO - Sulitnya mendapatkan Solar Besubsidi di Kabupaten Ponorogo telah menimbulkan antrean panjang di sejumlah tempat pengisian bahan bakar di wilayah ini.
Keadaan ini membuat masyarakat Bumi Reog yang membutuhkan solar terpaksa mengantri cukup lama demi mendapatkan jatah solar.
Salah satu contoh yang mencolok terjadi di SPBU di Jalan Trunojoyo Ponorogo, di mana tidak hanya sopir truk yang harus bersabar dalam antrean panjang, tetapi juga para petani yang mengandalkan solar untuk pengairan pertanian mereka.
Menghadapi fenomena kelangkaan solar ini, PT Pertamina dengan tegas membantah bahwa solar besubsidi mengalami kelangkaan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Taufiq Kurniawan, Humas Pertamina Area Jatim, Bali dan Nusa Tenggara, menyatakan,
"Tidak semua SPBU, hanya beberapa SPBU yang mengalami kondisi seperti itu, jika langka kan harusnya merata apalagi hanya terjadi di Ponorogo" jelasnya
Taufiq menjelaskan bahwa dalam tiga tahun terakhir, kuota bahan bakar minyak (BBM) telah diatur untuk masing-masing SPBU.
"Sekarang, kuota diberikan secara spesifik untuk setiap SPBU," jelas Taufiq
Dengan sistem ini, Ia menekan, bahwa SPBU harus mengelola penyaluran BBM sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Bela Tasyi Athasyia, Karyawan: Saya Dihasut Keluar, Dibilang Pengkhianat Jika Bertahan
"hingga bulan Agustus, Pertamina telah berhasil menyalurkan sekitar 70% dari kuota solar di Ponorogo" jelasnya
Taufiq menegaskan bahwa secara fisik, stok solar tidak menjadi masalah, bahkan ada kelebihan dari kuota yang diberikan.
yang menjadi permasalahan adalah bagaimana kuota tersebut disalurkan oleh masing-masing SPBU sesuai dengan aturan yang berlaku
“kalau mereka (SPBU-Red) tidak atur dengan baik, Ketika melakukan LO maka akan dikenakan biaya non subsidi karena program subsidinya sudah habis terserap” tutupnya
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Demo Samarinda 21 April Soroti Isu KKN, Polisi Kerahkan 1.700 Personel Gabungan
-
Justin Bieber Kantongi Rp171,4 Miliar di Coachella 2026, Bagaimana dengan BIGBANG?
-
Polemik Mobil Dinas Wali Kota Samarinda: Cacat Kontrak, Pemkot Audit Internal
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Jazz Goes To Campus 2026 Hadir di TIM, Gandeng Erwin Gutawa hingga Tohpati
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
Misi Tiga Poin di Markas City: Mikel Arteta Tolak Strategi 'Parkir Bus'!
-
Netizen Shock Harga Bensin Mendadak Naik, Dulu Rp1,4 Juta Kini Rp2,3 Juta
-
Minta Warga Panipahan yang Aksi Serahkan Diri, Polda Riau Akhirnya Klarifikasi
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat