SUARA PONOROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo akhirnya mengambil langkah untuk menarik retribusi dari pedagang yang beroperasi di Pasar Legi.
Sebelumnya, retribusi terhadap pedagang di Pasar Legi telah ditiadakan. Hal ini dikarenakan Pemkab setempat belum menerima surat penyerahan aset bangunan Pasar Legi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Plt. Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo, Ringga Dwi Heri Irawan, mengungkapkan bahwa surat penyerahan aset bangunan gedung Pasar Legi dari PUPR sebenarnya telah dikeluarkan pada tanggal 29 Mei 2023.
Namun, surat tersebut baru diterima oleh Pemkab pada minggu ini.
"Perjanjian kontrak memang telah menetapkan tanggal 29 Mei 2023 sebagai waktu penyerahan. Namun, suratnya baru kami terima pada akhir bulan Agustus," ungkap Ringga pada Sabtu (02/09/2023).
Sementara menunggu surat penyerahan tersebut, pedagang yang memiliki kios dan los di Pasar Legi tetap dibebaskan dari kewajiban membayar retribusi.
Ringga menginformasikan bahwa penarikan retribusi kepada pedagang akan mulai diberlakukan pada tanggal 1 September 2023.
"Kami telah menyampaikan informasi mengenai penarikan retribusi kepada para pedagang Pasar Legi," ungkap mantan Camat Kauman tersebut
Berdasarkan peraturan bupati (perbup) sebelumnya, tarif retribusi pasar adalah Rp 2.000 per hari untuk setiap kios, sementara lapak dikenakan biaya Rp 1.500 per meter per hari.
Baca Juga: Ibunda Aldila Jelita Sebut Indra Bekti Raja Utang Sampai Jual Mobil Saat Cerai
Dalam empat bulan ke depan, Ringga menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi mencapai Rp 700 juta.
Untuk memastikan transparansi dan mencegah potensi kebocoran, pembayaran retribusi akan dilakukan secara elektronik dengan sistem e-retribusi.
"Kami akan menerapkan sistem e-retribusi untuk memastikan keamanan dan transparansi dalam pembayaran retribusi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring