SUARA PONOROGO - Kemarau Panjang yang dipicu oleh fenomena El Niño telah menggerakkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo untuk bertindak cepat dalam mengidentifikasi desa-desa yang rentan terhadap ancaman kekeringan.
Dalam rencana aksi yang telah mereka susun, setidaknya ada 10 kecamatan yang berada dalam zona rawan kekeringan di Kabupaten Ponorogo.
Dari angka ini, tercatat 40 dusun di 26 desa tersebar di wilayah kabupaten ini yang potensial terdampak.
Kepala pelaksana BPBD, Maksun, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi permintaan pasokan air bersih dari desa-desa yang berada di zona rawan kekeringan.
Mereka telah menyiagakan mobil tangki air baik yang dimiliki oleh BPBD maupun lembaga lain yang terlibat.
"Kami telah menempatkan personel dan relawan di wilayah-wilayah yang masuk dalam zona rawan kekeringan. Hal ini bertujuan agar jika ada permintaan pasokan air, kami dapat langsung meresponsnya," jelasnya.
Maksun juga menambahkan bahwa meskipun telah berada dalam keadaan waspada, kekeringan sudah terjadi di salah satu desa yang tercatat dalam daftar BPBD Ponorogo.
Dusun Jenggring di Desa Duri, Kecamatan Slahung, menjadi satu-satunya wilayah di Ponorogo yang telah mendapatkan pasokan rutin air bersih dari BPBD.
Menurut Maksun, sebanyak 60.000 liter air bersih telah dikirimkan sejak awal bulan Agustus hingga saat ini ke Dusun Jenggring.
Baca Juga: Hero META Mobile Legends Periode September 2023, Cocok Buat Push Rank Jelang Akhir Season
Pengiriman air ini dilakukan secara rutin, dua kali seminggu pada hari Senin dan Kamis, menggunakan satu unit mobil tangki berkapasitas 6.000 liter air.
Pada tanggal 21 Agustus, Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo juga turut memberikan tambahan pasokan air dengan satu unit mobil tangki berkapasitas 3.000 liter air.
Selama periode ini, pasokan air bersih rutin diberikan kepada 55 kepala keluarga (KK) dengan total 118 jiwa.
"Dengan penambahan pasokan air dari PMI Ponorogo, jika dijumlahkan hingga tanggal 4 September 2023, Dusun Jenggring telah menerima pasokan air bersih sebanyak 60.000 liter," tambahnya.
Berita Terkait
-
Biadab!... Seorang Pemuda di Jambon, Ponorogo Nekat Memperkosa Tetangganya Sendiri Yang Masih Pelajar 15 Tahun
-
Pemkab Bekasi Klaim Salurkan 1juta Liter Air Bersih, Warga Sukawangi Masih Beli Air Galon untuk Kebutuhan MCK
-
Kebakaran Hebat di Dukuh Karesan, Ponorogo, Timur Jawa: Kerugian Hingga 500 Juta Rupiah
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Nostalgia Aroma Dapur Ibu: Kisah Hangat Memasak dengan Tungku Kayu Bakar
-
Tragedi Mandi Bersama Keluarga, Muhamad Arya Saputra Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Cileungsi
-
Mutilasi Wanita dengan Mandau, Suami Siri dan Temannya Dibekuk di Samarinda
-
Bukan Hanya Mudik! Inilah Sederet Tradisi Idul Fitri Paling Unik di Indonesia
-
Waspada! Banten Dominasi Daftar 10 Wilayah Terpanas di Indonesia Versi BMKG
-
7 Rekomendasi Kran Wastafel Cuci Piring Terbaik, Air Tidak Nyiprat
-
Ciwidey - Rancabali Membludak! Wisatawan 'Kepung' Kawasan Pacira dengan Ratusan Ribu Kendaraan
-
H+1 Lebaran, 9,4 Juta Orang Serbu Commuter Line: Stasiun Bogor Jadi Titik Terpadat
-
Lebaran Bareng Keluarga Pacar, Hubungan Azizah Salsha dan Nadif Zahiruddin Makin Serius?
-
Menggugat Salam Tempel Saat Lebaran: Kenapa Anak Kecil yang Sering Dapat?