Suara Ponorogo - Surat edaran kontroversial mengenai sumbangan yang diperlukan oleh SMP Negeri 1 Ponorogo kepada siswa baru kelas 7 untuk penggantian mobil, alat musik, dan komputer senilai 500 jutaan rupiah telah menjadi sorotan tajam dari Ombudsman Jawa Timur.
Agus Mutaqqin, Kepala Ombudsman Jawa Timur, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kesepakatan tersebut.
Menurutnya, kesepakatan semacam ini perlu diuji melalui peraturan yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendiknas).
"Kesepakatan perlu di uji melalui permendiknas, penggalangan dana tidak boleh dengan adanya nominal" ungkapnya kepada ponorogo.suara.com, Senin (2/10/23)
Penggalangan dana untuk sekolah seharusnya tidak melibatkan nominal tertentu, karena jika ada nominal yang sudah ditetapkan, hal tersebut dapat dianggap sebagai pungutan.
Menurut Ombudsman, penggalangan dana yang telah ditentukan nominalnya seharusnya tidak diizinkan, dan secara otomatis gugur karena sumbangan seharusnya bersifat sukarela, tanpa ada batas waktu dan tanpa adanya paksaan.
Mutaqqin juga menegaskan bahwa di tingkat pendidikan dasar seperti SD dan SMP, pungutan yang memberatkan orangtua murid tidak seharusnya ada, mengingat pendidikan dasar wajib belajar selama 9 tahun sudah dicover oleh Negara melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
"Ini kan smp pendidikan dasar kan tidak boleh ada pungutan yang memberatkan orangtua murid karena pendidikan wajib belajar 9 tahun sudah dicover pemerintah" tegasnya.
Ia menambahkan, Jika terdapat kekurangan dana, hal tersebut sebaiknya dibicarakan dalam forum Rencana Kerja Sekolah (RKS).
Komite sekolah juga seharusnya tidak menetapkan nominal dan tidak boleh memberikan tekanan atau paksaan kepada orangtua murid.
Baca Juga: 3 Inspirasi OOTD Tampil Necis ala Lee Joon Gi, Simpel Banget!
Kontroversi seputar surat edaran ini memunculkan pertanyaan serius mengenai praktik penggalangan dana di sekolah-sekolah dan akan memerlukan perhatian serius dari pihak berwenang untuk memastikan bahwa pendidikan tetap terjangkau dan adil bagi semua siswa
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
7 HP 5G Murah Terbaik Juni 2026: Usung Chipset Kencang, Libas Game Berat
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
Concealer untuk Mata Panda Warna Apa? Ini Tips Memilih dan 5 Rekomendasinya
-
Kejutkan Publik! Anne Hathaway Pamer Baby Bump untuk Anak Ketiga
-
Polisi Minta Pandangan Ahli Pidana Terkait Kasus Pembakaran Santri
-
Gubernur Sulsel Groundbreaking Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
4.664 Kasus Perceraian di DIY, Trauma Anak Jadi Luka yang Jarang Dibahas
-
5 Jenis Pompa Air Sesuai Kedalaman Sumur, Ketahui agar Tidak Salah Beli
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP