Suara Ponorogo - Seorang nenek renta, Tukirah, berusia 68 tahun, warga Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Jawa Timur, meninggal secara tragis saat membersihkan kebun di dekat rumahnya dengan cara membakar.
Korban ditemukan oleh warga setempat tewas terpanggang di kebun yang tidak jauh dari tempat tinggalnya pada hari Senin sore.
Menurut penuturan kepala Desa Grogol, warga telah mengingatkan kepada korban agar tidak membersihkan kebun dengan cara membakar, mengingat adanya dedaunan kering dan tiupan angin kencang yang dapat membuat api dengan mudah membesar.
Namun, sayangnya, nasehat warga tidak dihiraukan oleh korban. Ia kembali membersihkan kebun dengan cara membakar, yang akhirnya berujung pada kematiannya.
Ketika ditemukan, jasad korban tergeletak di lokasi dan dikelilingi oleh api. Diduga korban tewas akibat kehabisan oksigen karena menghirup asap dari daun bambu yang terbakar.
"Tahu-tahu warga sudah mengetahui ada kobaran api. Dari situ, warga akhirnya curiga tadi pagi di situ terus ditengok kembali. Saat ditemukan, kondisi korban sudah meninggal, namun bukan terpanggang api, tapi kelihatannya sesak nafas karena asap" Ungkap Kepala Desa Grogol, Jalu Prasetyo, Senin (16/10/23)
Dari laporan sementara polisi, selain kondisi korban yang sudah renta, korban tewas karena terjebak di lokasi tersebut dan kehabisan oksigen. Korban mengalami luka bakar hingga 40% di bagian kepala, tangan, dan kaki.
Kapolsek Sawoo, AKP Joko Suseno, menyatakan, "Dugaan kami sementara itu meninggalnya kemungkinan karena asap, kemudian dia jatuh. Pada saat jatuh, memang ada api di sekitaran tempat kejadian perkara dan masih ada api."
Hingga saat ini, jasad korban masih disemayamkan di rumah duka. Rencananya, korban akan segera dimakamkan di pemakaman umum setempat.
Baca Juga: Antisipasi Permainan Brunei Darussalam, Shin Tae-yong Gembleng Finishing Pemain Timnas Indonesia
Insiden ini menjadi pengingat bagi semua orang tentang bahaya membersihkan kebun dengan cara membakar, terutama saat kondisi cuaca tidak mendukung. Pihak berwenang dan masyarakat setempat berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement