/
Kamis, 14 Juli 2022 | 21:33 WIB
suara.com

Poptren.suara.com – Kembali Borubudur jadi sorotan warganet. Setelah tarif masuk mencapai Rp 750.000 dan ada stupa yang diedit mirip Jokowi, kali ini berita tentang Borobudur sudah tak masuk dalam 7 keajaiban dunia mulai dipertanyakan.

Encyclopaedia Britannica menyebutkan gagasan tentang 7 keajaiban dunia sebenarnya digawangi oleh Yayasan New Open World Corporation (NOWC) yang didukung oleh 100 juta lebih orang di seluruh dunia.

Pada tahun 2000 NOWC mulai melakukan kajian terhadap warisan dunia apa saja yang layak masuk dalam daftar 7 keajaiban dunia.

Yayasan ini memasukkan Candi Borobudur bersama Piramida Giza, Kuil Artemis Turki, Taman Gantung Babilonia, Mercusuar Iskandariah, Patung Zeus di Limpia, dan Mausoleum, serta beberapa tempat lain dalam kandidatnya. 

Yayasan tersebut kemudian membuat poling yang disebarkan ke seluruh dunia pada 2007 untuk menentukan bangunan mana saja yang layak memperoleh predikat tujuh keajaiban dunia.

Sayangnya, gagasan ini mendapatkan penolakan keras dari Unesco. Lembaga PBB ini berdalih NOWC tak menjangkau semua tempat yang layak masuk dalam poling.

Sebaliknya, mereka hanya memasukkan tempat-tempat yang populer. Alhasil Unesco menyatakan tak pernah ikut campur dalam poling tersebut. 

Bagi Unesco penentuan warisan dunia seharusnya tak mengacu pada popularitas sebuah tempat. Namun yang lebih penting adalah bagaimana merawat warisan dunia tersebut. Kendati demikian, survei tetap berlanjut dan NOWC menentukan tujuh keajaiban dunia baru yang ditetapkan pada 2007 silam. 

Ketujuh keajaiban dunia versi NOWC tersebut adalah tembok besar Cina, Chichen Itza Meksiko, situs bersejarah Petra di Yordania, Machu Picchu Peru, patung Yesus terbesar Christ the Redeemer Rio de Jeneiro Brazil, Colosseum Roma, dan Taj Mahal India. 

Baca Juga: Dua Wakil Indonesia, Apriyani/Fadia dan Leo/Daniel Lolos ke Perempat Final Singapore Open 2022

Load More