Poptren.suara.com - Kolesterol tinggi bisa meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke. Meski tak memiliki gejala yang jelas, beberapa perubahan pada tubuh bisa menunjukkan kemungkinan adanya masalah ini. Salah satu perubahan tubuh yang berkaitan dengan kolesterol tinggi dikenal sebagai Xanthoma.
Mengutip Tantrum.suara.com yang melansir Express yang diberitakan MedlinePlus pada 21 Juli 2022, Xanthoma merupakan sebuah kondisi di mana munculnya gumpalan lemak di kelopak mata.
"Xanthoma paling sering muncul di salah satu atau kedua kelopak mata atas, khususnya pada area kelopak mata yang dekat dengan hidung," tulis MedlinePlus.
Xanthoma kerap menjadi tanda kolesterol tinggi yang bisa diandalkan. Kondisi ini bisa dialami oleh pria dan wanita dengan kolesterol tinggi, namun lebih sering dialami oleh wanita.
Benjolan Xanthoma yang sudah muncul tak bisa menghilang dengan sendirinya. Diperlukan intervensi dari ahli dermatologi untuk mengatasi masalah benjolan ini.
Selain di sekitar mata, kolesterol tinggi juga dapat menyebabkan terjadinya akumulasi kolesterol di berbagai jaringan dan organ tubuh.
"Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan lain, bergantung pada area yang terdampak, seperti penyakit ginjal kronis, osteoporosis, hingga penyakit hati," sebut MedlinePlus.
Kolesterol tinggi juga dapat menyebabkan terjadinya penumpukan plak di dinding pembuluh darah atau aterosklerosis. Ketika plak ini pecah, gumpalan darah bisa terbentuk dan menyumbat arteri. Bila hal ini terjadi, ada beragam masalah kesehatan lain yang bisa muncul, di mana salah satunya adalah penyakit arteri perifer (PAD) yang mengenai kaki.
"Otot kaki tidak mendapatkan cukup darah dan oksigen ketika bekerja lebih keras (seperti saat berjalan atau berolahraga)," kata MedlinePlus.
Baca Juga: Waspada Kelopak Mata Gatal, Bisa Jadi Tanda Kanker Mata Langka
Bila kondisi PAD pada kaki sudah pada tingkat yang berat, kulit di area kaki bisa mengalami perubahan.
Beberapa perubahan tersebut adalah kulit terlihat lebih halus, mengkilap, kering, dan terkadang berubah warna menjadi keunguan atau kebiruan. PAD juga bisa membuat pertumbuhan jari kaki atau bulu kaki melambat.
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim