/
Rabu, 27 Juli 2022 | 19:25 WIB
Gaya Kepemimpinan Habib Rizieq. (Foto: Istimewa)

“Ya kalau netral juga berarti jalannya kan menyeramkan, berarti kita berhenti dulu sebentar, kemungkinan ada. Tapi mungkin yang netral kecillah,” kata Aziz Yanuar.

Sebagian kalangan juga meyakini Habib Rizieq tidak akan berdiam diri dan akan melakukan penetrasi kepada kandidat atau partai.

Seperti pada 2017, dia mendukung Anies Baswedan dalam perebutan kursi gubernur Jakarta melawan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok.

Pada pemilu presiden 2019, dia berada di kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno untuk melawan Joko Widodo - Maruf Amin.

Sumber : Suara.com

Load More