Poptren.suara.com - Bipolar disorder merupakan gangguan kejiwaan yang ditandai dengan perubahan suasana hati (mood) yang ekstrem. Pada bipolar disorder terdapat fase mania (manic / hypomanic) dan fase depresi. Pada fase mania terjadi peningkatan mood seperti bahagia berlebihan, banyak ide, banyak bicara, badan terasa prima hingga tidak membutuhkan istirahat, sedangkan untuk fase depresi terjadi penurunan mood seperti tidak semangat, lelah dan ngantuk berlebihan hingga menutup diri dari aktifitas sosial. Apakah benar jika gangguan bipolar sama dengan skizofrenia (gila) seperti yang beredar di masyarakat ?
Dikutip dari Yoursay.id, dibawah ini adalah sebuah cerita dari seorang pengidap Bipolar Disorder.
-- Aku tumbuh sebagai sosok yang sangat ambisius, idealis dan individualis. Sejak kecil aku selalu memimpikan untuk menaklukkan dunia. Dengan mimpi inilah aku berusaha sekuat tenaga dan mengorbankan waktu istirahatku untuk belajar. Ketika duduk dibangku SMP dan SMA, aku beberapa kali mengikuti olimpiade baik di tingkat nasional maupun tingkat propinsi, juga tak sedikit menjuarai perlombaan tingkat sekolah menengah. Namun prestasi ini tidak dapat diimbangi dengan kehidupan sosialku dengan lingkungan sekitar ---.
-- Memasuki usia remaja, aku sering mengalami halusinasi, delusi, mendengar suara garputala, penurunan kognitif, sulit fokus, memiliki banyak ide, sangat bersemangat, sulit tidur, mengalami mood swing yang sangat ekstrim dalam waktu dekat. Tak hanya itu, dalam berinteraksi dangan lingkungan pun menjadi kendala besar yang harus aku hadapi. Bagaimana tidak jika aku sering merasa tidak nyaman ketika berbincang dengan durasi yang lama dan tidak tau bagaimana melakukan komunikasi yang efektif dan timbal balik. Maka tak heran jika orang-orang terdekatku seperti teman dan tetangga menganggapku aneh, angkuh dan tidak memiliki empati, sehingga tak sedikit dari mereka yang enggan berteman denganku ---.
-- Karena kondisi ini, tepatnya pada tahun 2019 aku memutuskan ke psikiater untuk berkonsultasi tentang apa yang dialami dan dirasakan. Setelah melakukan wawancara yang cukup panjang dan pemeriksaan fisik, aku dinyatakan mengidap bipolar disorder ADHD oleh psikiater dan disarankan konsumsi obat seumur hidup. Tentunya vonis ini menjadi pukulan yang berat bagiku dan keluarga, namun lambat laun kami bisa menerima kondisi ini dengan lapang dada. Tak butuh waktu lama bagiku untuk berdamai dengan kondisi ini, terlebih kedua orang tua yang sangat gigih memberi dukungan moral untuk kesembuhanku.
Untuk menangani kondisiku, psikiater menyarankan konsumsi obat secara rutin dan tepat waktu, menjalani psikoterapi, sosial terapi, serta menjalani pola hidup sehat dengan rutin berolah raga dan konsumsi makanan yang bergizi. Selain itu, sosial terapi yang kujalani seperti bergabung dengan komunitas bipolar, komunitas spiritual dan juga komunitas sosial lain menjadi faktor penunjang agar kondisiku tetap stabil.
Konsumsi obat membuat tubuhku menjadi lebih mudah lelah dan mengantuk. Namun hal ini tidak sebanding dengan banyaknya perubahan positif yang terjadi padaku. Aku merasa lebih tenang, bisa mengontrol emosi, dan tidak lagi merasakan delusi, bunyi garputala, dan gejala lain seperti gejala sebelumnya. Akan tetapi, obat dan terapi ini tidak serta merta menghilangkan bipolarku, aku masih merasakan fase mania dan depresi, hanya saja fase yang kulewati kini lebih stabil dan tidak terlalu ekstrim.
-- Saat ini aku bekerja pada salah satu perusahaan BUMN di Bandung dan bergabung dalam divisi Manajemen Proyek. Tak dapat dipungkiri bahwa kondisiku sebagai orang dengan bipolar masih saja mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar terutama dalam lingkungan pekerjaan, namun kondisinya tidak separah sebelum ditangani oleh psikiater. Pernah kudapatkan perlakuan tidak enak dari salah satu rekan kerjaku, difitnah, dianggap tidak mampu bekerja, tidak dilibatkan dalam diskusi bahkan pernah dikatakan gila ---.
Stigma negatif juga pernah didapatkan oleh teman-teman lain dari komunitas bipolar, tak jarang mereka juga mendapatkan julukan “gila”.---- selesai---.
Baca Juga: Bipolar Selalu Dijadikan Tameng, Nyatanya Medina Zein Sehat saat Diperiksa di RS Polri
Gila adalah salah satu gangguan jiwa yang disebut skizofrenia. Bipolar disorder tidak sama dengan skizofrenia, bipolar disorder tetap memiliki kesadaran seperti orang normal pada umumnya, bisa bekerja dan memiliki perasaan seperti rasa menyukai lawan jenis. Hanya saja orang dengan gangguan bipolar mengalami perubahan mood yang ekstrem bahkan dalam waktu dekat. Menurut psikiater yang menanganiku, orang dengan skizofrenia tidak mampu menyelesaikan pendidikan formalnya, dan terus mengalami penurunan kesadaran jika tidak ditangani dengan tepat.
Minimnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan mental, membuat mereka tidak bisa membedakan jenis-jenis gangguan jiwa dan juga tidak bisa memahami bagaimana menyikapi orang-orang dengan gangguan jiwa. Tak sedikit masyarakat yang masih menutup mata dan menganggap tabu tentang kesehatan mental. Hal inilah yang memunculkan banyak stigma negatif dari masyarakat pada penyandang gangguan jiwa, mereka mengangap semua orang yang mengalami gangguan kejiwaan adalah gila.
Menjadi orang dengan bipolar tentunya tak lepas dari stigma negatif dari masyarakat. Hal ini tidak perlu dilawan, hanya harus buktikan bahwa stigma yang mereka rekatkan itu tidak benar. Namun tak dapat dipungkiri bahwa stigma negatif yang diperoleh sangat mengganggu kesehatan mental dan mempengaruhi kondisi seorang bipolar.
Bipolar bukanlah suatu keburukan melainkan pemberian dari Tuhan yang harus kita terima dengan ikhlas. Mampu bangkit dan berjalan walaupun tertatih, itu semua karena dukungan dari keluarga, teman-teman dan lingkungan terdekat.
Bestie, seorang pengidap bipolar jangan dijauhi ya.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Air Minum Jakarta Bakal Bisa 'Dipanen' Langsung dari Udara
-
AI Bikin Wajah dan Suara Bisa Dipalsukan, Internet Kini Butuh Proof of Human
-
Aktivis Internasional Apresiasi Prabowo Jadi Presiden Paling Peduli Konservasi Gajah
-
Prabowo Berikan 90.000 Hektare Izin Pemanfaatan Hutan untuk Konservasi Gajah Sumatra
-
KPK Ungkap Dugaan Uang Fee Haji Dipakai untuk Kondisikan Pansus DPR, Libatkan Gus Yaqut
-
Usai Gus Yaqut Pakai Rompi Oranye, Giliran Gus Alex yang Akan Diperiksa KPK Pekan Depan
-
Harga Emas di Pegadaian Anjlok Drastis Hari Ini, Cek Rinciannya
-
Vidi Aldiano Drop sejak Digugat? Cerita Raffi Ahmad Perkuat Dugaan
-
Sengketa Hotel Sultan Memanas, Hamdan Zoelva Laporkan Ketua PN Jakpus dan PT DKI ke Komisi Yudisial
-
Honor Siapkan HP Flagship Kompak Baterai 8.000mAh