Poptren.suara.com - Proses perceraian pasangan di China menjadi viral di media sosial lantaran perebutan hak asuh. Namun, keduanya bukan memperebutkan hak asuh anak, melainkah anjing peliharaan.
Pasangan bermarga Xu dan Li dari kota Quzhou di Zhejiang, China timur, sepakat untuk bercerai pada April tahun ini. Dengan bantuan pengadilan setempat, mereka mencapai kesepakatan tentang pelepasan aset bersama dari pernikahan tujuh tahun mereka, dengan satu pengecualian — hak asuh seekor anjing Corgi yang mereka pelihara bersama.
Pasangan itu tidak memiliki anak, tetapi keduanya adalah pecinta hewan, menurut platform berbagi berita video btime.com. Pengadilan pun membantu pasangan itu membagi aset bersama termasuk properti dan kendaraan dengan cepat, karena tidak ada pihak yang keberatan.
Namun, seperti dilansir South China Morning Post, ketika menyangkut anjing peliharaan mereka, pengadilan terkejut karena keduanya menuntut hak asuh penuh atas hewan tersebut.
Wanita itu, Xu, mengatakan kepada pengadilan bahwa dia berhak memiliki anjing Corgi tersebut. Dia mengatakan tidak hanya dia membeli anjing itu, tetapi dia membesarkannya sendiri.
Corgi telah menjadi bagian dari keluarganya dan telah berada di sisinya sejak itu, katanya. Dia menambahkan bahwa mantan suaminya Li tidak bertanggung jawab untuk merawat Corgi.
Dia menggambarkannya sebagai seorang workaholic, yang di waktu luangnya bermain video game. Meskipun Li mengakui bahwa dia tidak memberi makan hewan itu sesering mantan istrinya, atau membersihkannya, dia mengatakan dia sering berjalan-jalan dengan anjing itu dan menganggapnya sebagai anaknya.
Pengadilan menerima bahwa corgi adalah aset bersama dalam pernikahan, tetapi tidak dapat dibagi dengan mudah. Akhirnya, pasangan itu mencapai kesepakatan bahwa Corgi akan tinggal bersama wanita itu, sementara setiap bulan Li harus membayar tunjangan kepadanya untuk merawat anjing itu.
Jika hewan itu sakit, mereka harus menanggung biaya pengobatan anjing itu. Li diberi hak kunjungan hukum ke Corgi. Setelah cerita itu dilaporkan, itu menyebabkan percakapan online yang luas tentang nasib hewan peliharaan dalam perceraian.
Baca Juga: Menu Warteg Terenak dan Populer
"Hewan peliharaan adalah bagian dari keluarga, dapat dimengerti jika pasangan yang bercerai ingin memperjuangkannya," kata seseorang.
Yang lain berkata, "Sekarang semakin banyak pasangan yang menyerah untuk memiliki anak, memelihara hewan peliharaan sebagai anak-anak mungkin akan meningkat."
Sumber : Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai
-
Resmi Dirilis! Ini Daftar Harga Tiket Laga Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik
-
Jokowi Diajak Main Film Kolosal Dayak, Panglima Jilah Sebut Bakal Jadi Pemeran Utama
-
Buat 'Makam Reformasi', Mahasiswa UI Tutup Logo Makara dengan Kain Putih
-
Budget Pas-pasan? Ini 5 Mobil Bekas 7 Seater Paling Irit dan Murah Buat Keluarga Muda
-
Daftar Top Skor Piala Dunia Sepanjang Sejarah, Kylian Mbappe Incar Rekor Baru di 2026
-
Lebih Sadis dan Kocak dari Final Destination, The Monkey Bikin Ketagihan!
-
Indonesia Lanjutkan Perjuangan Tata Kelola Royalti Digital di Forum Hak Cipta Dunia
-
Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor
-
Delapan Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dilaporkan dalam Dugaan Kasus Kekerasan Seksual