- Ratusan mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta berunjuk rasa menuntut penuntasan dugaan kasus kekerasan seksual oleh delapan dosen kampus.
- Aksi protes pada 20 Mei 2026 ini mendesak rektorat menonaktifkan seluruh terduga pelaku dalam tenggat waktu tiga hari.
- Dugaan kekerasan seksual yang melibatkan relasi kuasa tersebut dilaporkan telah terjadi sejak tahun 2013 di lingkungan universitas.
Suara.com - Ratusan mahasiswa menggeruduk rektorat Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta sebagai tindak lanjut atas dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan sejumlah dosen.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, ratusan mahasiswa sudah memadati gedung rektorat sejak siang. Mereka membawa sejumlah poster dan banner berisi kekecewaan terhadap kampus.
Massa aksi ditemui langsung oleh jajaran rektorat, termasuk Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Moh Irhas Effendi.
Perwakilan mahasiswa sekaligus Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPN Veteran Yogyakarta, Muhammad Risyad Hanafi, mendesak pihak kampus segera menuntaskan dugaan kasus kekerasan seksual yang menyeret sejumlah dosen tersebut.
Mahasiswa bahkan memberikan tenggat waktu tiga hari kepada rektorat untuk menunjukkan komitmen penanganan kasus tersebut.
Risyad mengatakan gelombang protes mahasiswa bermula dari mencuatnya dugaan kasus kekerasan seksual oleh dosen Fakultas Pertanian Prodi Agroteknologi yang viral di media sosial.
"Jadi dimulai semenjak tanggal 17 Mei bahwasanya terdapat akumulasi kemarahan pertama diinisiasi oleh Fakultas Pertanian terkait dengan dosen yang masih aktif dan memiliki banyak kasus kekerasan seksual kepada mahasiswinya dan sudah berlangsung lama," kata Risyad ditemui usai aksi, Rabu (20/5/2026).
Menurut dia, kasus tersebut kemudian memicu keberanian mahasiswa dari fakultas lain untuk turut melaporkan dugaan serupa. Dari hasil pendataan sementara, pihaknya mencatat terdapat delapan dosen terduga pelaku yang berasal dari sejumlah fakultas berbeda.
"Kami mencatat kurang lebih saat ini laporan itu hingga 8 (terduga pelaku) yang buktinya sudah terkumpul," ujarnya.
Baca Juga: Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual
Risyad merinci, delapan dosen tersebut berasal dari Fakultas Pertanian sebanyak tiga orang, Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) satu orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dua orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) satu orang, serta satu dosen lain yang belum diketahui homebase fakultasnya.
Tuntutan Penonaktifan Dosen
Mahasiswa meminta seluruh dosen yang telah dilaporkan segera dinonaktifkan sementara hingga proses pemeriksaan selesai. Tuntutan itu, kata Risyad, disampaikan langsung kepada Rektor UPN Veteran Yogyakarta dalam audiensi bersama mahasiswa.
"Untuk Pak Rektor sebenarnya (tuntutan) untuk menyelesaikan ini dengan komitmen secepatnya. Pastinya selama tadi disampaikan 3 hari, dalam tempo 3 hari," ujarnya.
"Kemudian baik itu segala pelaku untuk dinonaktifkan hingga proses selesai," imbuhnya.
Menurut Risyad, mahasiswa menghargai mekanisme penanganan yang diatur dalam Permendikbudristek terkait kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Namun, mereka menilai kampus selama ini lamban dalam menangani laporan sehingga memicu kemarahan mahasiswa.
"Maka dari itu teman-teman marah hari ini, akumulasinya marah," tegasnya.
Berita Terkait
-
Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual
-
Kedok Alim Tukang Rujak di Kebon Jeruk Runtuh, Diduga Cabuli Anak Tetangga sejak Balita
-
Berawal dari Titip Anak, Siswi SD di Jakbar Jadi Korban Pencabulan Tetangga Selama 4 Tahun
-
Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay
-
Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari
-
OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi
-
Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo
-
Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli
-
Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita
-
Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500
-
Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri
-
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi