Poptren.suara.com – Ada apa dengan Polri?. Sehingga secara berjamaan bisa terhasut dengan ucapan Irjen Ferdy Sambo atas pelecehan dan saling tembak menembak di Duren Tiga yang melinatkan Brigadir J dan Bharada E.
Untuk skenario pelecehan seksual sudah ‘dipotong’ oleh Kapolri Jendral Listyo Sigit Prawabowo.
Mabes Polri mengumumkan hasil kerja timsus yang membongkar kematian Brigadir J, yang ternyata banyak menyeret nama petinggi di tubuh Polri.
Hingga saat ini baru empat perwira menengah yang terdampak, dan harus ditahan di Biro Provost Mabes Polri.
Diduga keempat perwira menengah itu melanggar kode etik dan tidak profesional. Disebutkan secara spesifik jika mereka melanggar aturan dalam menangani tempat kejadian perkara pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo.
Keempatnya masing-masing adalah personel Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya yang saat ini berada di tempat khusus (Patsus).
Dari empat perwira menengah yang ditahan, ada tiga yang berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Kemudian satu orang lainnya berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kompol).
"Betul, hasil riksa dan gelar kemarin malam ditetapkan empat Pamen PMJ (Polda Metro Jaya) yaitu tiga AKBP dan satu Kompol menjalankan Patsus di Biro Provost Mabes Polri," katanya, Sabtu (13/8/2022).
Mereka yang berpangkat AKBP adalah Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Handik Zusen.
Baca Juga: Nyalon lagi, Prabowo Subianto Diledek Warganet
Kemudian Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Raindra Ramadhan Syah
Lalu ada Kasubdit Renakta Polda Metro Jaya, AKBP Pujiyarto. Kemudian yang keempat adalah Kanit Dua Jatanras Polda Metro Jaya, Kompol Abdul Rohim.
Dari keempatnya, dua di antara yang ditahan pernah terlibat langsung dalam perseteruan dengan Habib Riziek Shihab.
Misal, AKBP Handik Zusen saat itu menjadi komandan pengejar rombongan Habib Rizieq Shihab.
AKBP Handik Zusen adalah lulusan Akpol pada tahun 2003 yang sudah cukup lama berkarier di Polda Metro Jaya.
Handik Zusen pernah mendudukui jabatan Kanit V Subdirektorat Reserse Mobil Polda Metro Jaya.
Selain itu, Handik Zusen adalah yang menjadi komandan dalam insiden pembuntutan rombongan Habib Rizieq.
Berita Terkait
-
Alasan LPSK Tak Memberikan Perlindungan pada Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi
-
Pengacara Bharada E Beberkan Kematian Brigadir J, Diminta Jongkok sebelum Dieksekusi
-
POPULER: Obrolan Mahfud MD di Podcast Terbukti, Alasan Polisi Cabut Laporan Istri Irjen Ferdy Sambo Soal Pelecehan Seksual Brigadir J
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal