/
Minggu, 14 Agustus 2022 | 12:32 WIB
Bharada E ; Komnas HAM (Suara.com/Alfian Winsnto)

Poptren.suara.com – Kepolisian masih terus mendalami motif pembunuhan Brigadir J yang direncanakan oleh Ferdy Sambo.

Banyak alasan yang sangat sensitif terkait motif penembakan Brigadir J namun sampai saat ini masih belum terkuak di publik.

Hal tersebut dinilai penyidik tak terbuka tentang kasus tersebut, sehingga banyak pihak yang mempertanyakannya.

Namun, rasa penasaran masyarakat tak sampai disitu. Terlebih, dilihat dari cara mengeksekusi Brigadir J terbilang sangat sadis.

Lalu apa yang melatarbelakangi Irjen Ferdy Sambo sehingga tega membunuh bawahannya itu secara sadis.

Sasinya pembunuhan terhadap Brigadir J tersebut diungkap pengacara Bharada E, M Burhanuddin.

Menurutnya, sebelum mengeksekusi Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo bersama istrinya serta Brigadir RR dan Bharada E sudah berada di dalam ruangan yang menjadi TKP.

Kemudian, Irjen Ferdy Sambo memerintahkan Brigadir RR untuk memanggil Brigadir J, yang saat itu masih di luar rumah.

Tak berselang lama, Brigadir RR masuk, dan diikuti Brigadir J.

Baca Juga: Murid Menulis Sambil Tiduran, Guru Siram Kepala Murid

"Begitu masuk di TKP, kemudian disuruh jongkok (Brigadir J). Informasi dari Bharada E yang suruh Brigadir J jongkok adalah si bosnya, ya seorang atasannya di sana (Ferdy Sambo)," kata M. Burhanuddin, dilansir dari PurwasukaSuara.com.

Menurut Burhanuddin, saat kejadian tersebut istri Ferdy Sambo berada di dalam kamar secara terpisah.

Burhanuddin menambahkan, dari informasi yang didapatnya di dalam tempat kejadian itu ada Ferdy Sambo, Brigadir RR, Bharada E, dan almarhum Brigadir J.

Selanjutnya, saat disinggung apakah Brigadir J dieksekusi saat jongkok?

Pengacara Bharada E itu beberkan mengenai kejadian sebelum dieksekusi, rambut Brigadir J sempat dipegang, lalu Bharada E diperintahkan untuk menembak Brigadir J.

"Katanya (Bharada E), diapakan dulu rambutnya (Brigadir J) gitu, lalu Bharada E diperintahkan untuk menembak. Woy tembak, tembak, tembak gitu," ucap Burhanuddin.

Kemudian, saat ditanya siapa yang pegang rambut Brigadir J, Burhanuddin mengatakan di bosnya (Ferdy Sambo) yang pegang rambutnya Brigadir J, dengan pengertian rambut Brigadir J dijambak.

Namun, ia tegaskan untuk proses selanjutnya tidak diceritakan lagi oleh Bharada E.

Kemudian Burhanuddin mengatakan, pelaku yang menembak sudah dituangkan di BAP, dan saat ini sedang dalam penyelidikan pada saksi satu lagi.

Ia juga berasumsi jika sudah dapat keterangan dari saksi satu lagi, bisa jadi nanti akan ketahuan yang menembak satu orang atau dua orang.

Sumber : Sumedang.suara.com

Load More