Poptren.suara.com - Inilah kisah dari pejuang veteran perang kemerdekaan Sanjoto, sopir Bung Karno saat di Semarang.
Sanjoto adalah pejuang veteran, kini berusia 102 tahun, ia pernah jadi supir Bung Karno saat rapat kemerdekaan di Kota Semarang.
Sanjoto kini tergabung dalam LVRI Jawa tengah. Menceritakan dengan ingatan yang kuat masa perjuangan.
Di usia senjanya, Sanjoto masih ingat bagaimana masa muda dia ikut dalam perang kemerdekaan di Kota Semarang dan sekitarnya.
Sanjoto menjelaskan bagaimana ia saat itu masih dalam usia cukup muda, memberanikan diri ikut perang melawan penjajah Belanda.
Ada kisah bangga sekaligus pilu ketika dia mengingat dan menceritakan kembali saksi hebatnya para pejuang kemerdekaan.
Ia mengaku sedih, mengingat momen telah dikhianati oleh teman sendiri yang ternyata mata-mata dalam kelompoknya.
Betapa dia masih ingat betul, kala itu Mranggen (Demak) dalam keadaan genting akan menghadapi perang dengan Bangsa Belanda.
Dia berpikir sudah ada gencatan senjata, nyatanya pihak Belanda mengirimkan mata-mata dalam kelompoknya.
Baca Juga: Mirip Gadis Jepang, Ini Biodata Ayumi Sasaki Pembawa Baki Penurunan Bendera
Ia melihat rumah penduduk dibakar, granat meledak dimana-mana, bahkan gudang senjata di bom.
“Saya berfikir saat itu musuh mulai melakukan gencatan senjata. Tapi saat kita melihat dilokasi ternyata gudang senjata sudah terbakar," saat Napak Tilas di Hotel Gets Semarang, memeriahkan HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke 77
"Pasti salah satunya ada mata-mata yang menyelinap dalam kelompok kami," ceritanya kembali.
Sanjoto muda saat itu harus mengungsi ke Demak. Sebab kota Semarang dalam keadaan kacau.
Rumah orang tuanya yang berada di Semarang sudah di bakar. Dia memutuskan ikut perang.
”Saya ke Demak untuk ngungsi, karena waktu itu Semarang kacau. Begitu saya tahu rumah bapak saya dibakar oleh Belanda, akhirnya saya memutuskan masuk perjuangan," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Prediksi Skor Belanda vs Jepang: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
-
Viral Emak-emak Pekanbaru Bongkar Diduga Lokasi Judi, Polisi Didesak Turun Tangan
-
Jumat Kliwon Weton Tulang Wangi atau Bukan? Simak Penjelasan Om Hao Jelang Malam 1 Suro
-
Asus Chromebook CM32 Debut dengan Chip MediaTek dan Layar 2.5K, Baterai Tahan 13 Jam
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto
-
Registrasi Ulang Pelat Kendaraan: Pelayanan Publik atau Beban Administratif?
-
4 Moisturizer Hada Labo Paling Laris di Shopee, Formula Sulit Ditemukan di Brand Lain
-
Cara Aktifkan Paket Bola Gembira Full di FolaPlay untuk Nonton Piala Dunia 2026, Segini Harganya
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi