Poptren.suara.com – Demam berdarah atau DBD adalah penyakit menulat yang diakibatkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti.
Penyakit ini juga disebabkan oleh salah satu dari 4 jenis virus dengue.
Umumnya, demam berdarah berlangsung selama 5-7 hari.
Demam berdarah yang bersifat ringan bisa menyebabkan demam dan gejala yang menyerupai flu.
Tetapi, penyakit ini bisa berkembang menjadi demam berdarah dengue dengan tingkat keparahan lebih serius.
Peningkatan kasus DBD terus terjadi terutama musim hujan.
Sehingga kita harus lebih cerhat melihat gejala-gejala yang ditimbulkan oleh DBD
Gejala Demam Berdarah
Gejala demam berdarah mungkin akan berbeda di setiap pasien, tergantung tingkat keparahan dan fase DBD yang dilewati.
Baca Juga: Sedih! Anaknya Goyang Istana, Orang Tuanya Tak Bisa Menyaksikan
Dilansir dari Hello Sehat, gejala DBD akan muncul dalam waktu 4-10 hari setelah digigit oleh nyamuk Aedes pertama kali. Kenali gejala umum demam berdarah.
1. Demam tinggi hingga 40 derajat celcius
2. Sakit kepala
3. Nyeri otot, tulang dan sendi
4. Mual dan muntah
5. Sakit di belakang mata
6. Pembengkakan kelenjar getah bening
7. Ruam kulit
Gejala ini akan membaik selama 1 minggu. Namun, ada kemungkinan gelaka akan berkembang semakin parah dan mengancam jiwa.
Jika DBD sudah memasuki fase parah dan lebih jauh beresiko menimbulkan kompliasi yang fatal. Berikut komplikasi akibat DBD.
1. Pendarahan akibat bocornya plasma darah
Menurut penelitian Journal of Indian Society of Periodontology, pasien demam berdarah bisa mengalami kebocoran plasma yang mengakibatkan perdarahan serius dalam tubuhnya.
Bocornya plasma darah ada kemungkinan berkaitan erat dengan virus dengue yang menyerang pembuli darah.
Dinding pembulu darah akan melemah akibat infeksi virus dengue, sehingga terjadi kebocoran plasma darah bida terjadi.
Kondisi ini bisa semakin buruk jika kadar trombosit rendah pada sang pasien DBD.
Pendarahan juga lebih beresiko terjadi akibat trombosit yang menurun drastis.
Dalam kondisi ini akan menimbukan gejala, seperti mimisan, gusi berdarah dan memar keunguan dan munculnya mendadak.
Seiring waktu, pendarahan ini bisa menyebabkan syok skibat tekanan darah yang menurun drastic.
2. Sindrom syok dengue
Tahap syok dalam demam berdarah juga bisa menyebabkan komplikasi sindrom syok dengue. Menurut CDC, sindrom syok dengue ini menimbulkan gejala denyut nadi melemah, tekanan darah turun, pupil mata melebar dan nafas tidak teratur dan kulit pucat serta keringat dingin.
Pasien DBD yang mengalami sindron syok dengue berisiko mengalami kegagalan system organ tubuh yang berujung kematian.
Sumber : suara.com
Poptren.suara.com – Demam berdarah atau DBD adalah penyakit menulat yang diakibatkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti.
Penyakit ini juga disebabkan oleh salah satu dari 4 jenis virus dengue.
Umumnya, demam berdarah berlangsung selama 5-7 hari.
Demam berdarah yang bersifat ringan bisa menyebabkan demam dan gejala yang menyerupai flu.
Tetapi, penyakit ini bisa berkembang menjadi demam berdarah dengue dengan tingkat keparahan lebih serius.
Peningkatan kasus DBD terus terjadi terutama musim hujan.
Sehingga kita harus lebih cerhat melihat gejala-gejala yang ditimbulkan oleh DBD
Gejala Demam Berdarah
Gejala demam berdarah mungkin akan berbeda di setiap pasien, tergantung tingkat keparahan dan fase DBD yang dilewati.
Dilansir dari Hello Sehat, gejala DBD akan muncul dalam waktu 4-10 hari setelah digigit oleh nyamuk Aedes pertama kali.
Kenali gejala umum demam berdarah.
1. Demam tinggi hingga 40 derajat celcius
2. Sakit kepala
3. Nyeri otot, tulang dan sendi
4. Mual dan muntah
5. Sakit di belakang mata
6. Pembengkakan kelenjar getah bening
7. Ruam kulit
Gejala ini akan membaik selama 1 minggu. Namun, ada kemungkinan gelaka akan berkembang semakin parah dan mengancam jiwa.
Jika DBD sudah memasuki fase parah dan lebih jauh beresiko menimbulkan kompliasi yang fatal. Berikut komplikasi akibat DBD.
1. Pendarahan akibat bocornya plasma darah
Menurut penelitian Journal of Indian Society of Periodontology, pasien demam berdarah bisa mengalami kebocoran plasma yang mengakibatkan perdarahan serius dalam tubuhnya.
Bocornya plasma darah ada kemungkinan berkaitan erat dengan virus dengue yang menyerang pembuli darah.
Dinding pembulu darah akan melemah akibat infeksi virus dengue, sehingga terjadi kebocoran plasma darah bida terjadi.
Kondisi ini bisa semakin buruk jika kadar trombosit rendah pada sang pasien DBD.
Pendarahan juga lebih beresiko terjadi akibat trombosit yang menurun drastis.
Dalam kondisi ini akan menimbukan gejala, seperti mimisan, gusi berdarah dan memar keunguan dan munculnya mendadak.
Seiring waktu, pendarahan ini bisa menyebabkan syok skibat tekanan darah yang menurun drastic.
2. Sindrom syok dengue
Tahap syok dalam demam berdarah juga bisa menyebabkan komplikasi sindrom syok dengue. Menurut CDC, sindrom syok dengue ini menimbulkan gejala denyut nadi melemah, tekanan darah turun, pupil mata melebar dan nafas tidak teratur dan kulit pucat serta keringat dingin.
Pasien DBD yang mengalami sindron syok dengue berisiko mengalami kegagalan system organ tubuh yang berujung kematian.
Sumber : suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kabut Asap Karhutla Kepung Palangka Raya
-
Pemain Timnas Indonesia Pernah Dipantau Como 1907, Tak Ada yang Lolos Standar Cesc Fabregas
-
Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri
-
Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal
-
Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern
-
Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?
-
Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah
-
Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15
-
Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya
-
Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya