/
Minggu, 21 Agustus 2022 | 07:10 WIB
ilustrasi cacar monyet alias monkeypox. (Dok. Envato)

Poptren.suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengkonfirmasi bahwa memang benar adanya kasus virus cacar monyet pertama di Indonesia.

“Hari ini pasiennya, ada yang satu terkonfirmasi, dari DKI Jakarta, orang laki-laki 27 tahun dapat laporan pemeriksaan PCR tadi malam dan dengan cepat hari ini kami mempublish, mengumumkan kepada masyarakat,” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Muhammad Syahrir dalam zoom dengan wartawan, Sabtu (20/8/2022).

Ia juga mengatakan pasien tersebut punya riwayat perjalanan ke luar negeri. Menurut Syahril, gejala yang pasien alami tidak terlalu berat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global. Sejumlah negara juga sudah menetapkan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan.

Adapun cacar monyet terdeteksi di negara non-endemik pada Mei lalu. Seorang pria Inggris terkonfirmasi positif cacar monyet setelah melakukan perjalanan ke Nigeria.

Berikut merupakan gejala dan tanda cacar monyet.

1. Sakit kepala

2. Demam akut >38,5 derajat Celcius

3. Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)

Baca Juga: Wajib Tahu! Sedang Musim DBD, Kenali Gejala dan Resiko Komplikasi

4. Nyeri otot

5. Sakit punggung

6. Lemas

7. Lesi cacar (benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh)

8. Dalam 1 sampai 3 hari akan mengalami ruam.

Penyakit ini biasanya berlangsung selama 2−4 minggu. Di Afrika, cacar monyet telah terbukti menyebabkan kematian pada 1 dari 10 orang yang terinfeksi penyakit tersebut. Ada beberapa tindakan yang dapat dicoba untuk mencegah infeksi virus cacar monyet, yakni:

1. Hindari kontak dengan hewan, termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati.

2. Hindari kontak dengan bahan apa pun, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.

3. Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.

4. Cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan benda, manusia, atau hewan.

5. Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi.

6. Memasak daging dengan benar dan matang.

Setelah kita ketahui betapa pentingnya selalu menjaga kesehatan baik sekarang maupun kedepannya lagi.

Load More