Poptren.suara.com – Dzikir menjadi salah satu cara agar diri kita tetap dekat dengan Allah SWT. Melakukan hal ini terus menerus akan membuat hati kamu terasa lebih tenang dan tentram.
Umat muslim biasanya berzikir dengan mengucapkan subhanallah dan masyaallah. Kedua lafaz mengungkapkan betapa agungnya kuasa Allah SWT,
Ternyata, Subhanallah dan masyaallah sungguh berbeda. Ini penjelasannya.
Subhanallah
Subhannallah berarti Maha Suci Allah yang kerap kita ucapkan saat berzikir setelah menunaikan ibada salat. Subhanallah terdiri daru kata subhana dan Allah. Diman subhana berasal dari kata sabahana-yasbahu yang artinya menjauh (dari hal-hal yang kotor agar tetap suci).
Kalimat subhanallah yang memiliki arti Maha Suci Allah diucapkan saat melihat atau mendengar keburukan atau hal tidak baik. Namun umat Islam justru sering tertukar dengan ucapan MasyaAllah yang memiliki arti terjadi atas kehendak Allah SWT. Seperti yang dijelaskan dalam hadis dari Abu Hurairah, ia berkata:
“Suatu hari aku berjunub dan aku melihat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam berjalan bersama para sahabat, lalu aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelah itu aku datang menemui Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bersabda: "Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika kami muncul?', Aku menjawab: 'Wahai Rasulullah, aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Subhanallah, sesungguhnya mukmin tidak najis", (HR. Tirmizi).
Lafaz ini sering diucapkan olej umat muslim. Jika kita mendapat berkah yang tak terduga, kitab isa melafazkan kalimat ini, agar menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT.
Baca Juga: Deretan KTP yang Menggunakan Nama Unik yang Jarang Banget Orang Pakai!
Lafa masyaallah ini mengandung arti yang tida bisa disepelekan.
Hal ini disebutkan di surat Al Kahf ayat 39 yang berbunyi :
Walau l i dakhalta jannataka qulta m sy`allhu l quwwata ill billh, in tarani ana aqalla mingka mlaw wa walad.
Artinya: “Dan mengapa ketika kamu memasuki kebunmu tidak mengucapkan ‘Masya Allah, la quwwata illa billah’ (sungguh, atas kehendak Allah, ini semua dapat terwujud), tidak ada kekuatan selain dengan (pertolongan) Allah, sekalipun kamu menganggap harta dan keturunan ini lebih sedikit.”
Mengutip kitab Tafsir Al Quranul Karim untuk surat Al Kahfi, arti masyaallah yang pertama adalah “inilah yang dikehendaki oleh Allah” di mana merujuk pada lafaz utuhnya yaitu hadzaa maa syaa Allah. Lalu, arti yang kedua adalah “apa yang dikehendaki oleh Allah, maka terjadilah”, berasal dari lafaz utuhnya yaitu maa syaa Allahu kaana.
Kedua arti tersebut menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi dan dialami para umat muslim sudah merupakan kehendak Allah SWT.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ruang Ganti Real Madrid Memanas, Valverde dan Tchouameni Dikabarkan Baku Hantam
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan