Poptren.suara.com - Salah satu komponen penting pada mobil adalah ban. Kondisi ban harus diperhatikan dan dirawat secara berkala untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sekaligus membuat mengemudi lebih nyaman dan aman. Apabila ban mobil tidak dirawat secara berkala, maka lebih beresiko kecelakaan dijalan.
Ternyata ada faktor yang dapat menjadi penyebab kerusakan pada ban, yang diantaranya :
1. Tekanan angin
Chief Staff Technical Department PT Sumi Rubber Indonesia, produsen ban Dunlop, Juju Eko Purnomo : "Tekanan angin yang sering berada di bawah anjuran pabrikan membuat ban mobil bekerja ekstra,".
Karena dinding ban lebih tipis dan elastis, apabila ban mobil kurang angin maka tekanan pada dinding ban menjadi lebih berat juga membuat struktur dinding ban rusak.
2. Tambalan ban
Sepele, tapi apabila tambalan ban terlalu banyak ban akan menjadi rusak. Eko Purnomo : "Tambalan ban bisa membuat lapisan reinforce benang nylon dan kawat besi atau breaker akan rusak," bebernya.
Bila breker rusak secara keseluruhan, artinya ban tersebut sudah rusak. Dan bila dipaksakan untuk digunakan, tidak menutup kemungkinan ban akan pecah.
3. Ban yang kotor
Baca Juga: Pentingnya Melakukan Rotasi Ban Mobil Setiap 6 Bulan
Eko Purnomo : "Ban yang sering dibiarkan kotor ini akan membuat karet ban teroksidasi,".
Komponen pada karet ban yang dibiarkan kotor pelan-pelan akan daya elastisnya menurun, serta akan muncul retak halus yang juga disebut retak rambut.
4. Setelan kaki-kaki
Eko Purnomo : "Penyetelan kaki-kaki atau ada komponen yang rusak bisa membuat ban akan cepat rusak," .
Setelan toe atau camber yang berubah, akan membuat ban mendapat tekanan hanya pada satu sisi saja.. Apabila dibiarkan dan berlangsung terus menerus, maka ban mudah aus dan cepat rusak.
Jangan lupa untuk rutin melakukan pengecekan ban secara berkala agar ban tidak cepat rusak.
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Gagal ke Final Piala AFF 2026, Singapura Tetap Bangga Bisa Pulangkan Timnas Indonesia
-
Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi
-
Batas Pengajuan Kompensasi Korban Terorisme Diperpanjang Jadi 10 Tahun
-
Sidang Korupsi Fadia Arafiq: Eks Ajudan Bongkar Titipan Uang OPD untuk THR dan Ribuan Parsel
-
Shin Tae-yong Disebut Keras, Hokky Caraka Ungkap Fakta soal Debat Taktik
-
The Magician's Nephew: Menelusuri Penciptaan dan Asal Mula Dunia Narnia
-
Tawuran di Bukit Duri Dipicu Anak SD Tertabrak, Sempat Bikin Perjalanan KRL Terganggu
-
Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen
-
Jadi Saksi Praperadilan Febrie, Eks Dirdik Jampidsus: Dia Orang Jujur dan Manut Pimpinan
-
Karhutla Picu Kabut Asap, Kualitas Udara Sumsel Masuk Tahap Peringatan