Poptren.suara.com - Saat musim hujan banyak penyakit muncul ke permukaan, salah satunya Demam Berdarah Dengue atau DBD. Merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus.
Jika nyamuk Aedes aegypti yang sebelumnya mengisap darah penderita DBD, kemudian menggigit orang lain yang sehat, maka virus demam berdarah akan berpindah ke orang sehat tersebut. Orang tersebut akan menderita demam berdarah, seperti yang dikutip dari laman Yankes.itb.ac.id.
Nyamuk jenis ini akan menggigit dan menginfeksi seseorang pada pagi sampai sore hari menjelang petang dan mereka berkembang biak di daerah panas dan lembap.
Di Indonesia, penyakit yang muncul ke permukaan ketika musim hujan bukan hanya demam berdarah, tapi ada pula chikungunya. Apa itu chikungunya? Chikungunya juga penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti, dengan gejala yang mirip dan sifatnya endemik.
Penularan chikungunya sama dengan demam berdarah. Namun belum pernah dijumpai penularan dari orang ke orang tanpa perantaraan nyamuk penular.
Demam berdarah dan chikungunya tentu memiliki perbedaan. Apa bedanya? Yang pertama, penyebab. Meskipun sama-sama disebabkan oleh nyamuk, namun penyebab utamanya adalah virus. Penyakit chikungunya seringkali disebut flu tulang dan disebabkan oleh Togaviridae alphavirus. Sedangkan demam berdarah dengue disebabkan oleh Flaviviridae flavivirus.
Selanjutnya masa inkubasi. Virus dengue memiliki masa inkubasi tiga hingga tujuh hari, atau kurang lebih dua minggu. Sedangkan chikungunya masa inkubasinya lebih singkat yaitu 12 hari setelah gigitan nyamuk. Perlu diingat, keduanya perbedaan keduanya tipis, jadi seringkali sulit didiagnosis.
Perbedaan selanjutnya pada gejala. Umumnya penderita demam berdarah akan mengalami gejala kepala berat atau pusing, sakit pada sendi dan otot, nyeri saat menelan, batuk, perut tidak nyaman atau nyeri dibarengi mual, muntah ataupun diare, demam bahkan perdarahan.
Seseorang yang sakit demam berdarah akan mengalami demam yang polanya naik turun, mirip tapal kuda. Penderita akan mengalami fase demam tinggi antara 39-40 derajat Celsius, yang kemudian akan masuk ke dalam fase kritis dengan gejala demam menurun drastis, yakni kembali ke 37 derajat Celcius.
Baca Juga: 6 Makanan Sehat Ini Bantu Penyembuhan Demam Berdarah
Pada fase tersebut, penderita berisiko mengalami shock syndrome yang ditandai dengan denyut nadi cepat dan lemah, wajah pucat, tubuh berkeringat, gelisah, kesadaran menurun, ujung tangan dan kaki terasa dingin bahkan bibir menjadi kebiruan.
Sedangkan chikungunya lebih dominan alami nyeri sendi dan otot. Bahkan pada orang dewasa bisa menimbulkan kelumpuhan sementara lantaran kaki sakit ketika berjalan. Pada anak-anak demam akan terasa selama tiga hari, dan tidak pula dijumpai pendarahan.
Demam berdarah dan chikungunya, serupa namun tidak sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan