/
Kamis, 10 November 2022 | 09:05 WIB
Ilustrasi Kopi Hitam

Poptren.suara.com - Kopi merupakan salah satu komoditas yang terus dibudidayakan serta diperdagangkan si seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kopi diolah menjadi minuman yang diminati banyak kalangan termasuk generasi muda, yang kini menjadi gaya hidup. Dengan kata lain, ada yang kurang kalau belum ngopi.

Kopi mengandung sejumlah manfaat yang diyakini baik untuk tubuh. Seperti kandungan vitamin B2, B3, kalium dan magnesium yang baik untuk otak, termasuk kafein yang dipercaya membangkitkan energi, terutama di pagi hari.

Di Indonesia ada dua jenis biji kopi yang paling banyak digunakan sekaligus yang paling diminati, yaitu Robusta dan Arabika. Tapi tahukah kamu apa perbedaan keduanya ?

Cara membedakan Robusta dan Arabika yang dikutip dari beberapa sumber dibagi menjadi beberapa kelas, yakni :

1. Bentuk bijinya

Bentuk biji kopi Robusta cenderung lebih bulat dan berukuran lebih kecil dan bertekstur agak kasar. Sedangkan bentuk biji kopi Arabika agak lonjong dan lebih pipih dengan ukuran yang lebih besar dari biji Robusta serta bertekstur lebih halus. Bentuk dan tekstur dari keduanya akan memengaruhi teknik pengolahan yang digunakan.

2. Lokasi tanam

Robusta hanya dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah yang ketinggiannya kurang dari 700 mdpl karena robusta hanya akan berbuah pada suhu hangat antara 25-30 derajat celsius. Robusta dapat tumbuh dengan mencapai ketinggian empat setengah hingga enam meter. Biji kopi Robusta yang dihasilkan akan tetap melimpah meskipun lebih rentan terserang hama.

Sedangkan Arabika hanya dapat tumbuh di dataran tinggi dengan ketinggian 1000-2000 mdpl dengan suhu yang lebih sejuk antara 16-20 derajat celsius. Arabika dapat tumbuh mencapai ketinggian dua hingga empat setengah meter. Biji Arabika tidak akan optimal jika ditanam di dataran rendah, karena rentan terserang Hemileia Vastatrix (HV) atau penyakit daun karat.

Baca Juga: Persaingan Teh dan Kopi, Mana yang Lebih Baik Dikonsumsi di Pagi Hari ?

3. Kadar kafein

Kopi Robusta kadar kafeinnya cuku tinggi sekitar satu hingga empat persen, sehingga rasanya lebih pahit. Maka dari itu kopi Robusta tidak disarankan untuk penderita asam lambung karena akan menimbulkan rasa kurang nyaman pada lambung.

Kopi Arabika kandungan kafeinnya lebih rendah, sekitar  0,9% hingga 1,4% yang menjadikan kopi arabika terasa lebih lembut dan tidak pekat saat diseduh sekaligus lebih aman untuk penderita asam lambung.

4. Aroma

Biji kopi Robusta saat belum disangrai beraroma seperti kacang. Sedangkan bila sudah disangrai aromanya menjadi lebih kuat. Sedangkan biji kopi Arabika beraroma wangi dan segar, bahkan ketika belum disangrai aromanya menyerupai blueberry. Ketika sudah disangrai, aromanya seperti kacang-kacangan, bahkan mirip wangi bunga.

5. Nilai jual

Load More