Poptren.suara.com - Jika pergi ke pasar atau supermarket, pasti pernah menjumpai cumi-cumi dan sotong. Kedua jenis hewan laut ini cukup sering dibilang satu hewan yang sama, padahal tidak. Terdapat banyak perbedaan antara cumi-cumi dan sotong, karena klasifikasi mereka berbeda. Dalam laman seafishpoll, kedua hewan ini termasuk bagian dari kelas cephalopoda. Cephalopoda adalah sejenis moluska, dimana gurita termasuk di dalamnya.
Kebanyakan cephalopoda tidak sama seperti moluska lain, contohnya kerang dan siput. Cephalopoda biasanya telah kehilangan cangkang luarnya yang keras. Jika dilihat dari anatominya, di dalam tubuh cumi-cumi ada struktur fleksibel yang berbentuk sepeti bulu dan disebut pena. Sementara sotong memiliki cangkang bagian dalam yang disebut cuttlebone. Cuttlebone adalah tulang berlubang dimana ia berfungsi membantu menjaga sotong tetap di bawah air.
Laman animals menuliskan sebagian besar sotong memiliki panjang enam hingga 20 cm dengan berat enam hingga 25 pon. Sedangkan cumi-cumi ukurannya sangan besar, mulai dari satu inchi hingga 50 kaki, dengan berat dari satu hingga 1000 pon. Tidak hanya itu, sotong punya bentuk yang tidak sama sadangkan cumi-cumi hanya satu bentuk.
Pada bagian kepala, sotong kepalanya lebih bulat dan lebar, serta memiliki dua sirip dengan bentuk seperti kipas, sedangkan cumi-cumi tidak. Cumi-cumi kepalanya berbentuk lebih panjang dan tipis, sedangkan tentakel cumi-cumi dan sotong adalah mirip. Jika dilihat dari dekat, rata-rata sotong memiliki pupil mata benbentuk M atau W, sedangkan cumi-cumi pupil matanya bulat.
Sotong ditemukan dalam berbagai warna, dari perak hingga merah darah dan berlaku pula untuk cumi-cumi. Namun kedua biota laut ini dapat berubah warna berdasarkan lokasinya.
Jika dilihat dari kebiasaan reproduksi, sotong dan cumi-cumi bergantung pada spesies atau jenis spesifik dari keduanya. Sotong rata-rata hidup sati hingga dua tahun, sedangkan cumi-cumi bisa hidup hingga lebih dari lima tahun.
Ketika bertelur, telur sotong bisa berjumlah antara 100 hingga 300 telur. Sementara cumi-cumi mampu bertelur hingga ribuan jumlahnya. Cumi-cumi betina bisa memilih kapan akan membuahi sel telurnya setelah menerima sperma dari cumi-cumi jantan. Dengan begitu, mereka dapat memilih waktu yang nyaman untuk bertelur. Namun hal tersebut tidk terjadi pada sotong.
Sotong menjaga telurnya selama satu atau dua bulan hingga menetas, sedangkan sebagian besar cumi-cumi bertelur di dasar laut dan melanjutkan hidupnya. Sotong dapat mati tak lama setelah bertelur, tetapi ini tidak sama untuk banyak cumi. Cumi-cumi merupakan predator yang bergerak cepat, dan sotong bergerak perlahan dengan sirip panjang diikat di kedua sisi tubuhnya. Sotong menikmati lautan dalam pada berbagai suhu; cumi-cumi lebih menyukai iklim yang lebih dingin.
Namun bukan berarti cumi-cumi juga tidak menikmati laut dalam. Cumi-cumi raksasa dan kolosal pernah ditemukan pada kedalaman yang lebih dalam. Banyak sotong dan cumi menikmati habitat dan ekosistem yang sama secara bersamaan.
Baca Juga: Nikmatnya Cumi Sambal Cobek Bikin Nambah Nafsu Makan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Song Kang Berpeluang Bintangi Drama Romantis Terbaru White Scandal
-
Prediksi Inter Milan vs Bodo/Glimt: Misi Comeback Nerazzurri di San Siro
-
Pasukan Banser Kawal Ketat Sidang Praperadilan Eks Menag Yaqut di PN Jaksel
-
Daftar Harga Mobil Hybrid Terbaru, Chery Naik Rp 10 Juta
-
Dwi Sasetyaningtyas Anak Siapa? Profesi Ayahnya Tidak Sembarangan
-
Dua Ganda Putri Indonesia Awali Tur Eropa di German Open 2026
-
Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Kawal Akurasi Data Penerima Bansos dari Tingkat Desa
-
Microsleep Picu Tabrakan Dua Bus Transjakarta di Koridor 13, Pramono Minta Operator Disanksi
-
Prediksi Atletico Madrid vs Club Brugge: Duel Hidup-Mati di Metropolitano, Siapa Lolos ke 16 Besar?
-
Ketentuan THR 2026 untuk Karyawan Swasta, Paling Lambat Dibayar Kapan?