/
Kamis, 02 Februari 2023 | 07:59 WIB
Ilustrasi nyamuk (Freepik)

Poptren.suara.com - Jelang akhir pekan, mengunjungi Pangandaran terdengar menarik. Pangandaran memang menawarkan wisata laut dan pantai yang menyejukkan mata dan mempersegar pikiran. Tidak hanya pantai dan lautan, di Pangandaran ada tempat wisata yang tidak kalah menarik, yaitu museum nyamuk.

Museum nyamuk berlokasi di Jalan Raya Pangandaran, Babakan, Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Buka dari hari Senin hingga Jumat pukul 07.30-16.00. Harga tiket masuk cukup terjangkau, yaitu Rp. 7.000 untuk orang dewasa dan Rp. 5.000 untuk anak - anak.

Dikutip dari laman mypangandaran.com, museum nyamuk merupakan program wisata ilmiah yang dicetuskan oleh Loka Penelitian dan Pengembangan Penyakit Bersumber Binatang atau P2B2, Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan. Selain itu, laman Asosiasi Museum Indonesia menuliskan bahwa museum nyamuk dibangun diatas tanah seluas 2000 meter persegi, dengan tujuan memberi edukasi pada masyarakat mengenai bahaya dari gigitan nyamuk hingga penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.

Contoh penyakit berbahaya yang disebabkan oleh nyamuk diantaranya malaria, chikungunya, dengue, flariasis dan masih banyak lagi. Disamping itu, museum yang terletak di kompleks Loka Litbang tersebut dinobatkan sebagai museum nyamuk pertama di Indonesia, dengan sejumlah koleksi berbagai jenis nyamuk dan berbagai fasilitas penelitian lainnya.

Koleksi-koleksi 28 spesies nyamuk dengan enam genus yang berbeda, diantaranya ada Anopheles, Aides Aegypti, Culex hingga Toxorynchites atau yang biasa dikenal dengan nyamuk vegetarian. Tidak hanya itu, kompleks Loka Litbang juga ada teater nyamuk, insektarium, laboratorium riset, hingga kebun tanaman pengusir nyamuk dan penyakit malaria.

Load More