Poptren.suara.com - Namanya kepik emas yang memiliki nama ilmiah Charidotella sexpunctata adalah serangga kecil berukuran sekitar 6-7 mm yang tergolong dalam keluarga Coccinellidae atau kelompok kumbang layang-layang.
Spesies ini dikenal dengan nama kepik emas karena warna kulitnya yang kuning cerah dan berkilau seperti emas.
Kepik emas merupakan serangga langka dari Indonesia dan ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia, utamanya di Pulau Jawa dan Bali. Saking langkanya, saat ini kepik emas dihargai Rp100 ribu per ekor di laman eCommerce e-Bay.
Kepik emas memiliki bentuk tubuh yang datar dengan kepala dan thoraks berwarna hitam dan elytra berwarna kekuningan dengan bintik-bintik hitam dan putih. Serangga ini hidup di tempat-tempat yang terbuka, seperti padang rumput, kebun, semak belukar, dan hutan terbuka.
Untuk makanannya, kepik emas biasanya makan serangga kecil lain, seperti kutu putih dan serangga penghisap lainnya, yang biasanya ditemukan pada tanaman.
Kepik emas juga dianggap sebagai predator alami bagi hama tanaman, sehingga sering digunakan sebagai agen pengendalian hayati untuk mengurangi populasi hama tanaman.
Siklus hidup kepik emas
Kepik emas mempunyai siklus hidup dari tahapan telur, larva, pupa, dan dewasa. Siklus hidupnya berlangsung selama sekitar 3-4 minggu dan tergantung pada kondisi lingkungan. Setelah menetas dari telur, larva kepik emas memakan serangga kecil lainnya, seperti kutu putih.
Setelah mencapai tahap pupa, kepik emas mengalami metamorfosis menjadi serangga dewasa yang siap untuk berkembang biak. Serangga dewasa ini hidup sekitar 2-3 bulan dan sangat aktif pada siang hari.
Baca Juga: Buaya Gak Masuk Daftar! Ini Hewan-Hewan yang Terkenal Paling Setia dengan Pasangannya
Kepik emas juga biasanya menghasilkan satu generasi dalam satu tahun, namun itu juga tergantung pada kondisi lingkungan.
Meski secara statistik kepik emas bukan spesies yang terancam punah, namun populasi kepik emas saat ini cenderung menurun di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satu faktor penyebab penurunan populasi kepik emas adalah hilangnya habitat alaminya akibat perubahan penggunaan lahan dan deforestasi.
Kepik emas juga rentan terhadap pestisida dan bahan kimia lain yang digunakan dalam pertanian, yang dapat mengganggu sistem reproduksi dan kesehatan serangga ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian kepik emas dan habitatnya untuk memastikan kelangsungan hidup spesies ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?