Poptren.suara.com - Gempa dahsyat yang melanda Turki dan Suriah pada 6 Februari 2023 lalu, menyebabkan sedikitnya puluhan ribu orang tewas, serta menyebabkan hancurnya banyak bangunan, juga memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi geografi.
Retakan dan deformasi bumi setidaknya telah terjadi di permukaan akibat pusat gempa yang berada doi daratan, bukan di lautan seperti gempa pada umumnya.
Gempa bumi terjadi ketika batuan tiba-tiba pecah di sepanjang area yang disebut patahan. Patahan ini terjadi pada kedalaman beberapa kilometer di bawah permukaan Bumi, pada titik-titik yang disebut hiposentrum (pusat gempa adalah proyeksi hiposentrum di permukaan).
Pergerakan tektonik Bumi, yang kita ketahui terbagi menjadi beberapa lempeng, membuat batuan mengalami tekanan yang sangat besar, dengan tekanan yang sangat kuat di sepanjang area yang pecah yang disebut patahan.
Selama bertahun-tahun, tekanan terakumulasi dalam bentuk energi elastis di sepanjang patahan ini. Energi ini tersimpan selama bertahun-tahun, berabad-abad atau ribuan tahun, dan kemudian tiba-tiba dilepaskan, berubah menjadi gelombang seismik yang sangat ditakuti.
Retakan yang mencapai 400 km
Retakan di tanah akibat gempa bumi Turki setidaknya mencapai sekitar 400 kilometer. Hal ini berdasarkan gambar yang diberikan oleh media Turki empat hari setelah bencana alam tersebut.
Gempa berkekuatan 7,8 SR berpusat di kota Kahramanmarash dan menghancurkan 10 provinsi. Bencana ini merenggut nyawa ribuan warga di wilayah Turki dan Suriah.
Seperti yang dikatakan oleh Orhan Tatar, kepala umum Badan Manajemen Risiko Gempa Bumi, retakan yang terjadi cukup panjang dengan jarak 400 kilometer. Tanah mengalami deformasi 3-4 meter, sementara kedalaman retakan mencapai 10 kilometer.
Menurutnya, ini adalah salah satu gempa paling kuat yang pernah melanda Turki, yang pusatnya di daratan dan bukan di lautan.
Baca Juga: Ini Peta Lokasi Pusat Gempa Banten dengan Magnitudo 5,2
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Tampil di Specteve 2026, Efek Rumah Kaca Bawa Pesan Emosional Lewat Lagu 'Di Udara'
-
Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN
-
Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian
-
Energi Ceria Khas Brasil Hadir dalam Koleksi Sandal Penuh Warna
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Apa Arti Mimpi Kecebur Sungai atau Got? Ini Penjelasannya Menurut Primbon Jawa