Popten.suara.com - Rambut di sekitar area kemaluan umumnya mulai muncul saat seseorang menginjak masa puber. Perubahan hormon yang terjadi ini menyebabkan tumbuhnya rambut atau disebut juga bulu pubis di sekitar organ reproduksi. Ini merupakan hal yang normal dan wajar yang dialami oleh pria dan wanita.
Baik tekstur maupun bentuk dari rambut kemaluan ini memiliki ciri yang khas, berbeda dengan rambut pada umumnya. Biasanya bentuknya lebih tebal dan kasar.
Bagi sebagian orang menganggap rambut di sekitar area kemaluan tidaklah penting. Oleh karena itu segelintir orang tak sungkan untuk mencukur habis rambut di sekitar kemaluan, dengan berbagai cara dan alasan tanpa menyadari bahwa bulu-bulu yang ada di area intim tersebut mempunyai fungsi yang tak kalah penting layaknya organ tubuh lainnya yang saling melindungi.
Memang, sah-sah saja untuk menggunting atau mencukur bulu pubis, tetapi ada hal yang harus diperhatikan, yaitu tidak boleh membabatnya sampai habis, mengingat bulu tersebut memiliki fungsi yang penting bagi kesehatan organ reproduksi.
“Pokoknya itu tidak boleh dicukur gundul-gundul pacul, mesti disisakan. Bukan karena apa-apa, karena bisa menyaring kotoran-kotoran sebelum masuk ke liang kemaluan disaring dulu oleh bulu-bulu tersebut,” ungkap dokter Boyke, seperti dikutip dari kanal youtube TonightShowNet.
Lagipula tak mungkin Tuhan menciptakan rambut kemaluan, tanpa ada maksud dan tujuannya. “Jadi itu ada fungsinya tidak mungkin Tuhan menciptakan bulu-bulu itu tanpa ada fungsinya,” jelas dokter kelahiran Bandung ini. Dokter yang memiliki nama lengkap Boyke Dian Nugraha ini juga mengungkapkan mengenai seberapa panjang atau idealnya bulu-bulu ini untuk disisakan.
“Dipotongnya memang mesti pendek, artinya tidak terlalu pendek, juga jangan sampai akhirnya tumbuh bulu-bulu baru, iyu bikin sakit juga, dipotong setengah saja,” jelasnya lebih lanjut.
Selain itu untuk menjaga kebersihan organ reproduksi, dokter lulusan Universitas Indonesia ini juga mengatakan bahwa celana dalam sebaiknya diganti minimal dua kali dalam sehari. “Minimal setelah mandi, jadi sehari dua kali, nggak boleh dibolak-balik, itu bisa mengakibatkan jamur,” pungkasnya
Baca Juga: Geger, Petugas Kebersihan Temukan Jasad Bayi Dalam Kantong Plastik di Pondok Aren Tangsel
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Tsunami Kecil Terdeteksi: Maluku Utara dan Sulawesi Utara dalam Siaga!
-
Musim Terakhir Mohamed Salah, Arne Slot Berharap Ada Warisan Istimewa
-
Kabar Baik untuk Liverpool, Alexander Isak akan Kembali Berlatih
-
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Hari Ini 2 April, Termasuk Jateng DIY
-
Emiten DVLA dan Astra Garap Pasar Alkes Berbasis AI
-
Damkar Kota Bekasi: Kebakaran SPBE Cimuning Diduga Imbas Arus Pendek Listrik
-
Harga Emas di Pegadaian Naik Signifikan Hari Ini, Kembali ke Rp 3 Jutaan
-
Tanggal 3 April 2026 Libur atau Tidak? Cek Keputusan SKB 3 Menteri
-
Gempa M 7,6 di Sulut - Malut, Getarannya Terasa hingga Gorontalo
-
Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan Diklaim Sukses Dongkrak Kepercayaan Investor