/
Rabu, 08 Maret 2023 | 21:33 WIB
Ilustrasi (istockphoto)

Popten.suara.com - Rambut di sekitar area kemaluan umumnya mulai muncul saat seseorang menginjak masa puber. Perubahan hormon yang terjadi ini menyebabkan tumbuhnya rambut atau disebut juga bulu pubis di sekitar organ reproduksi. Ini merupakan hal yang normal dan wajar yang dialami oleh pria dan wanita.

Baik tekstur maupun bentuk dari rambut kemaluan ini memiliki ciri yang khas, berbeda dengan rambut pada umumnya. Biasanya bentuknya lebih tebal dan kasar.

Bagi sebagian orang menganggap rambut di sekitar area kemaluan tidaklah penting. Oleh karena itu segelintir orang tak sungkan untuk mencukur habis rambut di sekitar kemaluan, dengan berbagai cara dan alasan tanpa menyadari bahwa bulu-bulu yang ada di area intim tersebut mempunyai fungsi yang tak kalah penting layaknya organ tubuh lainnya yang saling melindungi.

Memang, sah-sah saja untuk menggunting atau mencukur bulu pubis, tetapi ada hal yang harus diperhatikan, yaitu tidak boleh membabatnya sampai habis, mengingat bulu tersebut memiliki fungsi yang penting bagi kesehatan organ reproduksi.

“Pokoknya itu tidak boleh dicukur gundul-gundul pacul, mesti disisakan. Bukan karena apa-apa, karena bisa menyaring kotoran-kotoran sebelum masuk ke liang kemaluan disaring dulu oleh bulu-bulu tersebut,” ungkap dokter Boyke, seperti dikutip dari kanal youtube TonightShowNet.

Lagipula tak mungkin Tuhan menciptakan rambut kemaluan, tanpa ada maksud dan tujuannya. “Jadi itu ada fungsinya tidak mungkin Tuhan menciptakan bulu-bulu itu tanpa ada fungsinya,” jelas dokter kelahiran Bandung ini. Dokter yang memiliki nama lengkap Boyke Dian Nugraha ini juga mengungkapkan mengenai seberapa panjang atau idealnya bulu-bulu ini untuk disisakan.

“Dipotongnya memang mesti pendek, artinya tidak terlalu pendek, juga jangan sampai akhirnya tumbuh bulu-bulu baru, iyu bikin sakit juga, dipotong setengah saja,” jelasnya lebih lanjut.

Selain itu untuk menjaga kebersihan organ reproduksi, dokter lulusan Universitas Indonesia ini juga mengatakan bahwa celana dalam sebaiknya diganti minimal dua kali dalam sehari. “Minimal setelah mandi, jadi sehari dua kali, nggak boleh dibolak-balik, itu bisa mengakibatkan jamur,” pungkasnya

Baca Juga: Geger, Petugas Kebersihan Temukan Jasad Bayi Dalam Kantong Plastik di Pondok Aren Tangsel

Load More