Poptren.suara.com - Pernah dengar pemutihan pajak ? Apa itu pemutihan pajak ? Pemutihan pajak merupakan sebuah program penghapusan atau pengampunan denda pajak untuk pemilik kendaraan yang diberikan oleh pemerintah. Program tersebut bertujuan untuk menertibkan masyarakat agar tidak terlambat membayar wajib pajak dan meringankan beban pajak kendaraan.
Pemutihan pajak artinya penghapusan denda namun bukan berarti pemilik kendaraan tidak perlu membayar pajak, tetap harus bayar sesuai dengan ketentuannya. Pasal 72 Undang-Undang No.22 Tahun 2009 menyebutkan pemilik kendaraan bermotor wajib mengurus dan melunasi pajak sebelum masa dua tahun habis. Jika sampai dua tahun belum diperpanjang, maka status kepemilikannya akan dihapus.
Pemutihan bertujuan untuk membantu meringankan biaya yang dibebankan karena biasanya jumlah denda akan dikurangi, bahkan dihilangkan. Sedangkan bagi lembaga pemerintah bertujuan agar wajib pajak bisa lebih taat lagi dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk bisa pemutihan pajak, diantaranya :
- KTP asli dan fotokopi yang sesuai dengan STNK;
- STNK asli dan fotokopi;
- BPKB asli dan fotokopi.
Sementara itu, syarat untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atau BBNKB yaitu :
- KTP asli dan fotokopi pemilik;
Baca Juga: Jenis-jenis serta Deretan Manfaat yang Didapat dari Bayar Pajak
- STNK asli dan fotokopi;
- BPKB asli dan fotokopi;
- Kwitansi pembelian motor, ditandatangani diatas materai.
Setelah syarat dipenuhi, langkah selanjutnya untuk bisa melakukan pemutihan pajak, yaitu datangi kantor samsat. Bawa semua persyaratan, jadikan dalam satu map, namun BPKB asli dan kwitansi pembelian kendaraan dimasukkan dalam map terpisah.
Setelah itu, cek fisik kendaraan. Jika sudah, maka akan mendapatkan hasil cek fisik yang berupa nomor rangka dan nomor mesin kendaraan, dan setelah itu serahkan berbarengan dengan berkas-berkas sebelumnya untuk diberikan ke loket pengesahan cek fisik. Jika pengecekkan fisik selesai, maka akan validasi dan berkas akan dikembalikan. Jangn lupa untuk simpan hasil cek tersebut untuk mengurus balik nama BPKB di Polda setelah selesai di Samsat.
Tidak hanya itu, jangan lupa daftarkan balik nama yang ada di loket pendaftaran Samsat dengan berkas atau syarat yang sudah ditentukan. Jika sudah datangi samsat kembali untuk membawa lembaran tanda terima dan BPKB asli. Setelah itu berikan tanda terima ke loket dan kasih dokumen yang sudah disatukan dalam satu map, dimana setelahnya pemohon akan diberikan pemberitahuan terkait pajak dengan rincian jumlah yang harus dibayar.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran
-
OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance
-
Warga Kecewa Penegakan Hukum Berujung Kapolsek di Riau Dicopot, Harus Viral Dulu?
-
Cetak 2 Gol Injury Time untuk VVV Venlo, Dean Zandbergen Kirim Sinyal Bela Timnas Indonesia
-
Jangan Anggap Sepele! Ini Cara Mencegah Kucing Terkena Kutu
-
Nasabah BRI Kini Bisa Langsung Deposit Tokocrypto
-
Jan Olde Riekerink Pasang Target Akhiri Musim di Enam Besar
-
Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni
-
Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!
-
Trump Ucap 'Alhamdulillah': Klaim Iran Kalah dan Proses Pembersihan Hormuz Dimulai