Poptren.suara.com - Gaya hidup tidak sehat dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke. Kebiasaan seperti merokok, konsumsi makanan yang tidak sehat, kurang berolahraga, dan obesitas dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko utama stroke.
Merokok, misalnya, mengandung bahan kimia yang dapat merusak dinding pembuluh darah dan meningkatkan risiko penggumpalan darah. Akibatnya, aliran darah ke otak terganggu, yang dapat menyebabkan stroke.
Kurangnya aktivitas fisik juga dapat memicu terjadinya stroke. Ketika tubuh tidak aktif, kadar kolesterol jahat dalam darah cenderung meningkat, dan hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya pembentukan plak di dalam pembuluh darah.
Plak tersebut dapat mempersempit pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke otak, yang dapat menyebabkan stroke.
Selain itu ada juga, stroke iskemik disebabkan oleh kurangnya pasokan darah ke otak yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan otak dan berpotensi fatal.
Beberapa faktor risiko dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya stroke iskemik, termasuk pola makan yang tidak sehat.
Dalam jurnal ilmiah yang berjudul Peran Makanan Dalam Penyebab Stroke Iskemik (2021), menunjukkan bahwa makanan yang tinggi lemak jenuh, kolesterol, gula, dan garam dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke iskemik.
Makanan seperti daging merah, makanan yang digoreng, makanan cepat saji, dan makanan olahan umumnya mengandung jumlah yang lebih tinggi dari zat-zat tersebut.
Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga gaya hidup yang sehat untuk mencegah terjadinya stroke. Hal ini meliputi berhenti merokok, mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, berolahraga secara teratur, dan menjaga berat badan dalam batas yang sehat.
Dengan mengambil tindakan pencegahan ini, kita dapat mengurangi risiko terjadinya stroke dan menjaga kesehatan otak serta kesehatan secara keseluruhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Menaker Sambangi PT Bukit Asam, Tegaskan Pentingnya SDM Unggul dan Keselamatan Kerja
-
Semen Baturaja Buka Suara soal Penetapan Tersangka oleh Kejati Sumsel, Tegaskan Komitmen GCG
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Kansas City Diserbu 650 Ribu Fans Piala Dunia 2026, Pemkot Gratiskan Alat Transportasi Publik
-
Mencekam! 9 Fakta Bus Terjun ke Sungai di Tanggamus Saat Lewati Jembatan Gantung
-
Pemprov Sumbar Bongkar Bangunan Langgar RTRW di Batang Anai, Eksekusi Mulai 16 Februari
-
7 Fakta Mengejutkan Penangkapan Dua Oknum TNI di Babel, Diduga Terlibat Pengiriman Timah
-
Kronologi Penerima Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Tewas Usai Tabrakan di Pacitan
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak