Poptren.suara.com - Dalam dunia kesehatan ada dua hal yang selalu dikaitkan dengan penyakit jantung, yakni trigliserida dan kolestrol. Kedua istilah tersebut seringkali dianggap sama, padahal keduanya adalah hal yang berbeda. Perbedaan yang terlihat bukan hanya dari namanya, tapi juga peran masing-masing di dalam tubuh.
Laman Medical News Today menuliskan trigliserida masuk dalam kategori lemak atau lipid dalam darah, yang banyak ditemukan dalam makanan, seperti mentega atau minyak yang diproduksi dengan jumlah kalori yang lebih banyak dari yang dibutuhkan.
Ketika kalori dalam tubuh lebih banyak dari yang dibutuhkan, apalagi pada waktu-waktu tertentu, kalori tersebut akan berubah menjadi trigliserida yang secara otomatis terserap dan disimpan dalam sel lemak. Perlu diingat bahwa memeriksa trigliserida dilakukan dengan cara tes darah, dimana hasil dari tes tersebut akan menunjukkan kadar trigliserida dalam tubuh yang umumnya diukur dalam miligram per desiliter, atau disingkat mg/dL.
Sedangkan kolestrol adalah lipoprotein yang diproduksi dari hati, dimana kolestrol dalam tubuh berfungsi untuk memproduksi hormon, pencernaan makanan, dan generasi vitamin D. Sama seperti trigliserida, pemeriksaan kolestrol juga dilakukan dengan tes darah, dan menggunakan satuan yang sama.
Lalu, apa beda dari keduanya ? Laman Everyday Health menuliskan secara umum kadar trigliserida cukup responsif terhadap perubahan gaya hidup terapeutik. Di dalamnya termasuk berat badan yang sehat, aktifitas fisik teratur, pola makan yang tepat, dan tidak berlebihan konsumsi alkohol, padahal dari sudut pandang lain, hal-hal tersebut sebelumnya dapat meningkatkan kadar kolesterol.
Apabila seseorang memiliki riwayat trigliserida tinggi atau kolesterol tinggi dari anggota keluarganya, perubahan gaya hidup mungkin tidak cukup untuk menurunkan kadar lipid ke kisaran yang sehat. Meskipun perubahan gaya hidup tidak cukup untuk mengurangi kadar kolestrol, tapi artinya pengobatan dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan rekomendasi dokter.
Kolestrol tinggi dan penyakit jantung banyak dibahas dalam bidang kedokteran. Pada tahun 2020 ada satu studi yang menemukan wanita berusia 50 tahun dengan kadar trigliserida yang tinggi dan beresiko besar mengembangkan gagal jantung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci