/
Jum'at, 30 Juni 2023 | 11:20 WIB
Ilustrasi garam ((Pexels.com))

Tahukah Anda bahwa selama masa pandemi, angka kematian tertinggi berasal dari pasien dengan komorbid hipertensi

Nah, salah satu cara untuk mencegah hipertensi adalah mengurangi konsumsi garam dan menggantikannya dengan glumatat atau lebih dikenal dengan nama MSG (Monosodium Glutamat).

Dokter Spesialis Gizi Klinik Yohan Samudra mengatakan, selain hipertensi, bahaya lain dari konsumsi garam berlebihan adalah serangan jantung hingga stroke. 

"Jumlah garam yang berlebihan akan membuat pembuluh darah kaku sehingga aliran darah susah untuk lewat dan berpotensi membuat pembuluh darah pecah," ujarnya dalam sebuah webinar bertajuk “Ibu Sehat dan Bahagia Kunci Keluarga Sejahtera”, beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, sambung Yohan, konsumsi garam berlebihan dalam jangka panjang bisa pula menyebabkan gagal ginjal akut. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk hati-hati mengonsumsi makanan dengan kandungan garam tersembunyi.

“Contohnya kondimen seperti saus sambal, mayonaise, kecap manis, fast food, Chinese food, keripik, bakso, tongseng dan juga gulai. Semua makanan itu mengandung garam yang tersembunyi,” terangnya. 

Lantas, berapa kadar wajar mengonsumsi garam? Yohan menuturkan jumlah maksimum garam yang boleh dikonsumsi yaitu satu sendok teh sehari atau sekitar 2.000-2.300 mg natrium. 

Nah, agar asupan garam harian tak berlebihan, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggantikan garam dalam makanan dengan glutamat sehingga cita rasa makanan tetap terasa nikmat.

“Glutamat itu ada di MSG. 1 gram MSG itu mengandung 133 mg natrium sedangkan garam mengandung 400 mg natrium. Karena itu, jauh lebih baik menggunakan MSG dibandingkan garam dan bisa mencegah penyakit hipertensi,” jelasnya merinci.  

Baca Juga: Via Vallen Unggah Kurban dengan Caption Kambing Lebih Baik , Warganet: Bilang Aja Enggak Mampu Kurban Sapi

Yohan mengemukakan sudah banyak penelitian yang dilakukan terkait keamanan konsumsi MSG dimana semua stigma buruk terkait bumbu penyedap tersebut sudah dibantah dengan penelitian. 

Di Eropa dan Amerika serta di Indonesia melalui Kemenkes dan juga Badan POM, lanjut Yohan, sudah menyatakan penggunaan MSG aman dan tidak ada efek samping.

“Berapa banyak sebenarnya yang dikatakan aman untuk menggunakan MSG? Tentunya dengan takaran secukupnya karena kalau terlalu banyak akan membuat rasa makanan tidak enak, jadi after tastenya menjadi pahit. Jadi gunakan MSG secukupnya sesuai resep dan anak di atas 1 tahun juga sudah boleh mengonsumsi MSG sebagai variasi makanan,” jelasnya panjang lebar.
 
Bijak garam memang sangat penting dilakukan untuk mencegah berbagai risiko pernyakit. 

Grant Senjaya, Head of Public Relations Department PT Ajinomoto Indonesia mengatakan dengan mengkampanyekan diet rendah garam, keluarga Indonesia diajak untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam mengolah makanan, namun tetap bisa memperoleh cita rasa yang tinggi. 

Load More