Poptren.suara.com - Kanker masih menjadi penyakit mematikan yang banyak ditakuti orang karena kanker bisa menyerang siapa saja, tidak peduli jenis kelamin maupun usia. Kanker ada banyak, contohnya kanker darah, kanker tulang, kanker paru-paru, kanker prostat hingga kanker kepala dan leher.
Kanker kepala dan leher, seperti yng tertulis pada laman American Cancer Society, dapat memengaruhi bagian lain dari kepala dan leher, termasuk mulut dan tenggorokkan. Kanker kepala dan leher bisa juga disebut istilah yang digunakan untuk mendefinisikan kanker yang berkembang di mulut, tenggorokan, hidung, kelenjar ludah, atau area lain di kepala dan leher, dimana biasanya muncul di sel skuamosa yang melapisi mulut, tenggorokan atau faring serta kotak suara atau laring.
Masih dari laman American Cancer Society, kanker kepala dan leher ada beberapa nama tergantung dari mana kanker tersebut muncul. Sebagai informasi, meskipun jarang terbentuk di sinus atau kelenjar ludah, namun karena lokasinya yang terletak di saluran pernapasan, kanker ini membuat penderitanya kesulitan untuk makan, menelan bahkan bernapas.
Laman Cleveland Clinic menuliskan ragam penyebab kanker kepala dan leher, diantaranya :
1. Tembakau
Tembakau adalah penyebab paling umum dari kanker kepala dan leher, karena sekitar 70-80 persen dari kanker ini terkait dengan penggunaan tembakau, yang meliputi rokok batangan, cerutu hingga tembakau yang dikunyah. Selain itu, terkena paparan asap rokok juga dapat meningkatkan risikonya.
2. Alkohol
Kombinasi penggunaan alkohol dan tembakau, apalagi jika dikomsumsi terlalu banyak, maka akan meningkatkan resiko penyakit kanker kepala dan leher.
3. Sistem kekebalan yang lemah
Baca Juga: Seks Oral dan Kanker Tenggorokan, Membuka Sudut Pandang Baru
Hal ini mempersulit tubuh untuk kanker, contohnya infeksi HIV dan operasi besar seperti ransplantasi organ atau sumsum tulang, dimana keduanya ikaitkan dengan kanker karena lemahnya sistem kekebalan tubuh.
4. Paparan radiasi
Melakukan terapi radiasi untuk tumorm baik yang ganas ataupun tidak, meskpiun resikonya rendahm tetap ada kaitannya dengan kanker kelenjar ludah.
5. Makanan tinggi garam
Terlalu banyak memakan makanan dengan kandungan garam yang tinggi, ikan asin contohnya, dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
Terkini
-
'Dua Menit Langsung Meledak', Cerita Mencekam Detik-detik Picu Kebakaran SPBE Cimuning
-
Review Serial Virgin River Season 7: Sebuah Cerita Hangat nan Menegangkan
-
Nasib Jomplang Ranking FIFA Terbaru Timnas Indonesia dengan Malaysia, Sang Harimau Terjun!
-
7 Video Kepanikan Warga Setelah Gempa Sulut M 7,6: Ada Tsunami hingga Bangunan Rusak
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Korban Kebakaran SPBE Cimuning Masih Biayai Pengobatan Sendiri, Keluarga Tunggu Kepastian
-
BPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Manfaatkan Keringanan Iuran 50 Persen JKK dan JKM
-
Misa Jumat Agung 2026 Jam Berapa? Ini Jadwal Lengkap di Gereja Seluruh Jakarta
-
Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Diduga Akibat Kebocoran Gas Saat Pengisian
-
Momen di Balik Layar Prewedding Jennifer Coppen, Aura 'Kompeni' Justin Hubner Disorot