Poptren.suara.com - Duck Syndrome adalah istilah yang menggambarkan fenomena sosial dan psikologis di mana seseorang menunjukkan kesan atau citra yang tampak bahagia, percaya diri, atau sukses di permukaan, tetapi sebenarnya ia sedang mengalami stres, tekanan, atau masalah di dalamnya.
Duck Syndrome umumnya terkait dengan penggunaan media sosial. Banyak orang cenderung memamerkan kehidupan yang tampak sempurna dan positif di platform seperti Facebook, Instagram, atau Twitter. Mereka membagikan momen-momen bahagia, prestasi, liburan, atau hal-hal positif lainnya, sehingga menciptakan citra diri yang menyenangkan di mata orang lain.
Namun, di balik itu, mungkin ada tekanan untuk terus mempertahankan citra tersebut atau masalah dan kesulitan pribadi yang tidak ditampilkan secara terbuka. Beberapa orang mungkin merasa perlu menyembunyikan perasaan negatif atau kegagalan untuk memenuhi ekspektasi sosial atau rasa malu.
Duck Syndrome dapat memiliki dampak negatif pada kesejahteraan mental dan emosional seseorang. Menyembunyikan perasaan yang sebenarnya dan berusaha untuk selalu tampil sempurna dapat menimbulkan stres, perasaan terisolasi, dan kurangnya dukungan sosial.
Penting untuk diingat bahwa media sosial sering kali hanya menampilkan potongan-potongan kehidupan dan tidak mencerminkan gambaran keseluruhan dari kehidupan seseorang.
Sebagai pengguna media sosial, kita juga harus berhati-hati dalam menilai diri sendiri berdasarkan apa yang kita lihat di platform tersebut dan mengingat bahwa setiap orang memiliki tantangan dan perjuangan pribadi mereka sendiri.
Jika merasa terbebani dengan tekanan untuk mempertahankan citra yang sempurna, berbicara dengan teman atau profesional kesehatan mental dapat membantu untuk mengatasi perasaan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Final Piala Asia Futsal 2026: Jutaan Pasang Mata Malam Ini Doakan Timnas Indonesia Juara
-
Diduga Demi Kejar 'Cuan' Bisnis, Anak Usaha Kemenkeu Nekat Suap Ketua PN Depok Terkait Lahan Tapos
-
Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
-
7 Sunscreen Terlaris di Shopee untuk Samarkan Garis Halus dan Flek Hitam Usia 50-an
-
Bojan Hodak Beri Jawaban Soal Status Febri Hariyadi di Persib Bandung
-
Menantang Budaya Sibuk: Mengapa Istirahat Sering Kali Terasa Bersalah?
-
Kapolres Tangsel Laporkan Gratifikasi iPhone 17 Pro Max ke KPK, Kini Disita Jadi Milik Negara
-
Indonesia Kalah Telak Soal Head to Head dari Iran di Piala Futsal Asia
-
Kenapa Anak Usaha Kementerian Keuangan Berani Suap Hakim? Ini Penjelasan KPK
-
Waspada Jebakan Swasembada Beras: HKTI Jabar Desak Pemerintah Prabowo Lakukan Lima Langkah Strategis