Poptren.suara.com - Profil Gubernur Nonaktif Papua Lukas Enembe kembali menjadi sorotan. Ia sebelumnya dijerat sebagai tersangka kasus korupsi kini telah ditahan di rutan KPK.
Pria bernama asli Lomato Enembe ini lahir di kampung Mamit, Distrik Kembu, Kabupaten Tolikara, Papua, pada tanggal 27 Juli 1967. Lukas Enembe merupakan lulusan FISIP Universitas Sam Ratulangi tahun 1995.
Lukas mengawali karirnya sebagai CPNS hingga menjadi PNS di Kantor Sospol Kabupaten Merauke. Kemudian sejak tahun 2001, ia menjabat Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya mendampingi Eliezer Renmaur.
Pada tahun 2013, Lukas Enembe mengemban jabatan sebagai Gubernur Papua bersama wakilnya Klemen Tinal untuk periode 2013-2018. Lukas Enembe berasal dari Partai Demokrat.
Dalam perjalanannya, penangkapan hingga persidangan Lukas acapkali penuh drama. Berikut beberapa di antaranya.
1. Minta berobat ke luar negeri
Lukas sempat memohon izin berobat ke luar negeri di saat statusnya sebagai tersangka KPK. KPK mempertanyakan alasan Lukas Enembe ngotot meminta izin berobat ke luar negeri. Mereka menilai Lukas seharusnya memaksimalkan pengobatan di dalam negeri terlebih dahulu.
2. Terjerat sejumlah kasus korupsi
Sebelum kasus gratifikasi Rp1 miliar mencuat, dalam rekening beberapa bank miliknya Lukas diduga memiliki uang puluhan miliar rupiah. Uang itu dicurigai sebagai bentuk suap dan korupsi.
Baca Juga: Di Tahanan Lukas Enembe Sering Ngompol dan Berak Gak Cebok !! Puluhan Tahanan Protes
Fakta menyebut, ayah empat anak ini beberapa kali terlibat dalam kasus korupsi dan sempat jadi tersangka kasus Pilkada 2017 di Kabupaten Tolikara. Ia juga pernah diperiksa atas kasus penyimpangan anggaran Pemprov Papua 2017, dan pemanggilan oleh penyidik atas kasus dugaan korupsi dana beasiswa Papua 2016.
3. Namanya diabadikan jadi nama stadion
Stadion yang terletak di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, dinamai dengan Stadion Lukas Enembe. Alasan pemakaian nama itu karena--sang gubernur--dinilai berjasa dalam menjadikan Papua sebagai tuan rumah PON XX.
Stadion dengan kapasitas 40.263 penonton itu memang sengaja dibangun untuk menyambut penyelenggaraan PON XX Papua.
Bahkan dalam pidato Presiden Joko Widodo dalam upacara pembukaan PON XX, sempat disebutkan bahwa Stadion Lukas Enembe menjadi stadion termegah dan terbaik di Papua, bahkan untuk kawasan Asia Pasifik.
4. Dideportasi dari Papua Nugini
Hal lain yang menjadi sorotan adalah, Lukas Enembe bersama dua orang pernah dideportasi dari Papua Nugini usai masuk perbatasan wilayah melalui jalur ilegal pada Maret 2021. Lukas diketahui masuk Papua Nugini melalui jalan setapak menggunakan ojek dengan tujuan melakukan terapi dan berobat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring