Poptren.suara.com - Bersamaan dengan penulis, komposer, artis dan musisi Italia lain, Anggun C Sasmi menjadi artis internasional kedua yang menerima penghargaan bergengsi di Italia.
Seremoni "Premio Luneza" memberikan penghargaan Premio Luneza diberikan kepada Anggun C Sasmi atas pengabdian selama 20 tahun dalam karir bermusiknya di negara tersebut.
Dalam sejarah musik Italia, Anggun telah mengumpukan banyak medali emas dan platinum. Selain itu, sejak awal karir internasionalnya Anggun juga telah menjual beberapa ratus ribu album dalam bahasa Italia saja.
"Saya merasa terhormat menerima penghargaan ini di negara yang pertama kali menyambut repertoar musik saya dalam bahasa Inggris," kata Anggun usai menerima penghargaannya bergengi tersebut.
“Saya berharap penghargaan ini akan dilihat sebagai simbol bahwa seniman Indonesia dapat mengekspor diri ke Eropa. Italia adalah negara yang besar, bangga dengan produksi musiknya yang sangat kaya dan intens. Namun mereka juga mengizinkan seniman yang datang dari jauh, seperti saya, untuk meraih kesuksesan," lanjut Anggun.
"Saya tidak menerima penghargaan hanya demi untuk kesenangan ketika menerimanya. Anda harus rendah hati dengan penghargaan-penghargaan ini. Saya menerima penghargaan ini untuk menjadi inspirasi bagi orang lain. Penghargaan internasional ini bukan milik saya, ini adalah simbol bahwa segala sesuatu itu mungkin,” tegas Anggun.
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi