"Orang menyebutnya gembong narkoba. Tapi kepulangannya indah. Masih bisa mengkhatamkan Al Quran sebanyak 7 kali. Bertaubat," ujar Adi Hidayat.
Dikatakan Adi, Freddy juga sempat meminta beberapa kesempatan kepada prajurit yang mengeksekusinya.
Salah satunya, Freddy meminta kesempatan untuk membaca kalimat tauhid, 'Asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah'sebelum dieksekusi oleh algojo.
"(Freddy Budiman) minta kesempata kepada regu eksekutor sebelum meninggal beri kesempatan untuk membacakan kalimat tauhid," ungkap Adi.
Di ujung ajalnya, Freddy juga sempat meminta matanya agar dibuka.
Hal itu, kata Adi Hidayat, merupakan bentuk Freddy mengaku dosa-dosa yang disesalinya sebelum ia mengembuskan napas terakhirnya.
Sontak, ustaz berumur 39 tahun itu menyebut kematian Freddy Budiman merupakan kematian yang indah.
"Dan diberikan kesempatan matanya dibuka jangan ditutup supaya Allah menampakkan kepada saya dosa-dosa saya yang akan saya sesali sebelum saya wafat ini," kata UAH.
"Itu kematian yang indah. Dan tidak setiap orang punya kemampuan mengucapkan 'laa ilaha illallah'," jelasnya.
Baca Juga: Wanita Bercadar Pulang Umrah Murtad, Ini Kata Ustadz Adi Hidayat
Oleh karena itu, Ustadz Adi Hidayat berharap sosok hijrah dari Ferddy Budiman ini bisa menjadi pelajaran bagi setiap umat manusia.
Ia menegaskan, kematian akan selalu menghampiri setiap orang.
Namun, cara kepulangan ke pangkuan Rahmatullah dapat dipilih apakah ingin indah sebagai muslimin yang taat atau tidak.
"Mesti belajar kita itu. Kematian itu pasti sifatnya. Kalau sudah sadar, perbaiki hidup," tandasnya.
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'