Suara.com - Urusan keamanan data memberikan tantangan yang semakin rumit semua inovasi baru memperlihatkan celah untuk dieksploitasi. Masyarakat kini lebih terkoneksi, antara pelanggan dan bisnis. Mereka bisa mengakses informasi di mana saja dan kapan saja, dan imbasnya, hacker serta pencurian data kerap terjadi.
"Metode penyerangannya pun beragam, dari men-hack akun pengguna, eksploitasi kerapuhan aplikasi, pencurian media, hingga serangan canggih yang dikenal dengan istilah Advanced Persistent Threat atau APT," ujar Vice President, Technology, Oracle ASEAN, Praveen Thakur dalam keterangan resminya, Jumat (13/5/2016).
Jumlah dan jenis ancaman terus meningkat, dan para CIO perlu mencari cara untuk memastikan bahwa mereka bisa mendeteksi semua ancaman atau mencegahnya secara komprehensif. Banyak kasus pelanggaran data yang memperlihatkan bahwa itu terjadi dari server database yang dikompromi.
1. Mencegah Database Bypass
Ancaman database bypass mengincar data sistem operasi dan media backup. Mereka tidak membutuhkan akses ke database, catatan audit yang lebih sedikit (jika ada), dan database apa pun serta kontrol akses apa pun benar-benar di-bypass. Salah satu teknologi yang paling sering digunakan untuk melindungi ancaman database bypass adalah enkripsi.
2. Mengurangi Pengeksposan Data Sensitif
Membatasi distribusi dan akses ke data sensitif itu sudah lumrah dianggap sebagai prinsip keamanan. Yang telah berubah adalah kesadaran bahwa kontrol yang lebih ketat ke akses data sensitif bisa diterapkan tanpa mempengaruhi operasional bisnis.
Tujuannya adalah mengurangi serangan di permukaan, dengan menghentikan proliferasi data sensitif di luar batasan database yang terkonsolidasi.
3. Mencegah Application Bypass
Saat aplikasi didesain untuk menyediakan kontrol melalui model kontrol akses yang berdasarkan peran, kontrol ini mungkin tidak tersedia saat pengguna khusus mengkases database secara langsung. Melindungi serangan semacam ini membutuhkan pendekatan yang mendalam. Kontrol keamanan yang bagus tergantung pada aplikasi dan sensitivitas data.
Menggunakan kontrol pengguna khusus, kontrol konfigurasi, dan pemisahan kontrol tugas akan bantu mencegah pelanggaran tersebut dan meningkatkan keamanan database. Kontrol bisa dikonfigurasi untuk menciptakan lingkungan database yang sangat aman, membantu mencegah serangan dari dalam ataupun luar perusahaan, dan mencegah perubahan tidak terotorisasi yang mungkin terlihat di audit atau membuka celah bagi hacker.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi