Suara.com - Melati Putri Pertiwi (MPP) adalah wadah bagi para perempuan yang peduli akan lansia dan budaya Indonesia. Komunitas ini didirikan awal tahun 2016 lalu dan diprakarsai oleh Ala Alatas.
Hatinya tergerak saat melihat para lansia yang ada di tengah masyarakat kurang mendapat perhatian dan kasih sayang baik dari keluarga sendiri maupun lingkungan sekitar. Fenomena ini mendorongnya untuk mendirikan Komunitas MPP.
Sejak komunitas ini sudah ada beberapa kegiatan yang dilakukan. Di antaranya, mengunjungi panti jompo yang ada di beberapa tempat di wilayah DKI Jakarta, memberikan bantuan berupa sembako, peralatan mandi, obat-obatan, hingga alat-alat kesehatan.
Saat roadshow ke berbagai panti jompo, Ala dan anggota MPP tidak hanya memberikan bantuan, tapi juga menghibur para lansia dengan bernyanyi, bermain angklung, sharing, hingga membuat produk kerajinan tangan.
Ala mengatakan, para lansia bukanlah generasi yang harus diabaikan. Lansia adalah bagian dari masyarakat dan merupakan subjek dari pembangunan bangsa. Lansia jangalah diposisikan sebagai objek dari pembangunan. Para lansia tetap bisa berkarya selama mereka diberikan kesempatan, ruang, dan perhatian.
“Ini bukan saja tugas dari pemerintah, tapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai umat manusia,” ungkap Ala.
Ia menambahkan, lansia tetap dapat memberikan kontribusinya kepada negara berupa karya dan pemikirannya, bahkan bisa menjadi panutan bagi generasi penerusnya.
MPP juga mengajak semua anak bangsa juga peduli kepada lansia, turut aktif memberdayakan para Lansia dalam pembangunan bangsa, meningkatkan kepedulian terhadap lansia, dan menyiapkan generasi pra-lansia agar kelak menjadi lansia sehat, bahagia, aktif, cerdas, dan mandiri.
MPP akan terus berkarya dan membantu para lansia, agar di hari tuanya mereka tetap ceria, tersenyum, berkarya, dan mendapatkan kasih sayang. Ala berharap agar lansia tetap mendapat tempat terhormat di tengah masyarakat.
Para lansia yang masih produktif juga harus dibantu agar mereka bisa tetap mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
“Kita bantu para lansia mengisi hari-hari mereka agar mereka selalu merasa bahagia di usia tua mereka. Pokoknya kita hargai dan sayangi mereka. Jangan sia-siakan orang tua, apalagi itu orang tua kita sendiri. Ingat, kita seperti ini karena kasih sayang mereka yang tidak bisa diganti dengan apa pun. Jangan sampai kita melawan orang tua,” jelasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Ironi Kelas Menengah: Masihkah Menjadi Dokter Sebuah Mimpi yang Masuk Akal?
-
Mutasi Massal ASN Dicurigai Berkaitan dengan Bocornya Dokumen Perjalanan Menteri PU
-
5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki Paling Worth Buying di 2026, Anti Pegal dan Tetap Stylish
-
Roadmap AI Indonesia 2026-2029 Segera Rampung, WAICO Jadi Pintu Kolaborasi Global
-
6 Shio yang Menarik Keberuntungan 18 Juli 2026, Semakin Dekat dengan Keberhasilan
-
Lampaui Colony, HOPE Jadi Film Tercepat Raih 1 Juta Penonton di 2026
-
Waspada Skincare Palsu Berbahaya, Ini Ciri-Ciri Kelly Pearl Cream yang Asli
-
Iker Casillas Sebut Taktik Thomas Tuchel Bikin Inggris Jadi Pengecut di Piala Dunia 2026
-
Avatar Aang Resmi Tayang Terbatas di Bioskop demi Lolos Kualifikasi Oscar
-
Escapism di Layar: Mengapa Konten Flexing Laku Keras di Media Sosial?