Program Seeing is Believing (SiB), sebuah kolaborasi antara Standard Chartered Bank (Bank) dengan Organisasi Internasional bagi Pencegahan Kebutaan (IAPB), meluncurkan tahap ketiga dari Proyek Dana Inovasi (Innovation Fund) untuk memperluas empat proyek yang sudah berjalan serta membantu enam proyek baru.
Proyek Dana Inovasi diluncurkan sejak 2013 untuk mendorong tumbuhnya inovasi-inovasi yang diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perawatan mata di negara-negara dengan penduduk sebagian besar berpenghasilan rendah dan menengah. Pada tahap ketiga ini, negara-negara yang menjadi target adalah Indonesia, Bangladesh, Botswana, Tanzania, serta wilayah bagian barat Cina.
Dua tahap pertama dari proyek ini telah mampu mendorong munculnya inovasi-inovasi signifikan, diantaranya pengembangan teknologi smartphone dalam membantu kegiatan pengecekan mata di lokasi-lokasi terpencil di Kenya dan India, pembangunan infrastruktur yang berkualitas untuk pelatihan jarak jauh secara online di Afrika, pengembangan peralatan portable dan berbiaya rendah untuk operasi katarak, serta pembuatan model mata buatan yang realistis bagi pelatihan bedah di Tanzania.
Melalui Gloucestershire Hospitals NHS Foundation Trust, Indonesia juga menjadi salah satu negara penerima dana untuk proyek pelatihan online bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas perawatan mata dengan laser bagi pasien retinopati diabetik (penyakit mata disebabkan diabetes) bersama dengan Bangladesh, Botswana, dan Tanzania. Proyek di Indonesia ini juga salah satu proyek yang dikembangkan di tahap ketiga.
Untuk tahap ketiga, Bank telah mempersiapkan dana lebih dari 1 juta dolar Amerika Serikat (AS), termasuk 550.000 dolar AS bagi enam proyek baru untuk menangani beragam permasalahan kebutaan yang dapat dihindari. Keenam proyek tersebut adalah:
• International Centre for Eye Health (ICEH), memberdayakan serta memberikan pelatihan bagi tenaga kesehatan primer di Afrika Timur agar dapat melakukan pengecekan mata terhadap katarak congenital dan retinoblastoma dengan membuat skrining rekfeks merah yang secara teknis dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan non-spesialis;
• Fred Hollows Foundation, memperkenalkan layanan kesehatan mata untuk sektor manufaktur di Vietnam guna memperbaiki kesehatan mata dan kondisi kerja bagi pekerja pabrik perempuan;
• Peek Vision Foundation, membuat dan mengembangkan kamera portabel dan berbiaya rendah untuk pengecekan retinopati prematuritas (ROP), atau gangguan mata pada bayi lahir prematur;
• John Hopkins University, engembangkan dan menguji coba sistem pengambilan gambar dan pengolahan (ICAPS) untuk pengendalian trachoma;
• Aurolab, mendirikan dua pusat pelatihan di India untuk meningkatkan kemampuan bedah dokter dalam melakukan operasi phacoemulsification untuk mengobati katarak; dan
• The Centre for Sustainable Healthcare, mengembangkan perangkat perawatan kesehatan yang berkelanjutan untuk menilai dan mengurangi jejak karbon dari operasi katarak.
Tiga proyek yang telah dimulai di tahap pertama dan kedua akan menerima tambahan dana sebesar USD370.000 agar ketiga proyek tersebut dapat terus dikembangkan, baik untuk kelanjutan penelitian maupun peningkatan skala operasional. Ketiga proyek tersebut adalah:
• Gloucestershire Hospitals NHS Foundation Trust, membuat sebuah aplikasi online untuk memberikan pelatihan dalam perawatan mata melalui laser. Negara-negara penerima dana untuk proyek ini termasuk Indonesia;
• Gloucestershire Hospitals NHS Foundation Trust in partnership with Lifeline Express, mengembangkan pelatihan secara online untuk pengecekan retinopati diabetik serta pengobatan melalui laser secara praktis di Cina; dan
• Fred Hollows Foundation, mengembangkan sebuah aplikasi mobile yang memungkinkan para petugas administrasi rumah sakit di Cina untuk mencatat dan menganalisa hasil bedah mereka, dan membandingkannya dengan rumah sakit lain dalam rangka memperbaiki standar perawatan.
Baca Juga: Genjot Kartu Kredit, Standchart Indonesia Gandeng Blibli.com
Sebuah proyek tambahan yang dipimpin oleh Sightsavers dan para peneliti dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, akan didanai secara khusus sebesar 100.000 dolar AS oleh Bank. Proyek ini dibangun berdasarkan sebuah proyek yang didanai pada tahap pertama. Dana Inovasi untuk meningkatkan pengobatan laser siklotode transcleral sebagai prosedur pilihan untuk glaukoma di Nigeria.Sumbangan khusus ini diluar dari komitmen pendanaan Bank sebesar 100 juta dolar As untuk Seeing is Believing sekaligus sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi Sir John Peace, mantan Chairman Standard Chartered Bank.
Sir John Peace, Former Chairman of Standard Chartered Bank mengatakan, “Saya sangat bangga sekaligus bahagia salah satu proyek didanai oleh Dana Inovasi dari Seeing is Believing atas nama saya. Saya sangat optimis bahwa proyek ini akan berdampak positif untuk jangka panjang bagi pasien glaukoma di Afrika.”
Peter Ackland, Ketua IAPB, mengatakan, “Program ini berada di garis terdepan dalam meruntuhkan segala tantangan yang menghalangi upaya-upaya pencegahan kebutaan yang dapat dihindari. Daerah-daerah dengan sebagian besar penduduk berpenghasilan rendah dan sulit dijangkau memiliki tingkat kebutuhan sangat tinggi terhadap perawatan mata yang berkualitas. Dana Inovasi telah memungkinkan sejumlah orang dan organisasi untuk menjawab tantangan tersebut dengan cara yang unik dan kreatif. Kami bahkan telah melalukan sejumlah terobosan yang dapat merubah cara perawatan mata di seluruh dunia.”
Peter Scanlon, Konsultan Ophthalmologist di Gloucestershire Hospitals NHS Foundation Trust, mengatakan bahwa, “Diabetes masih merupakan penyebab paling tinggi kehilangan penglihatan dan kebutaan bagi usia kerja di dunia. Dana Inovasi telah mendukung tiga proyek yang saling terkait untuk secara signifikan membantu mengatasi masalah ini. Dimulai dari awal proyek yaitu menyediakan pendidikan profesional berbasis web di negara-negara berpenghasilan rendah dalam berbagai bahasa, hingga tahap terkini dimana kami akan memberikan pendidikan dan pelatihan yang penting untuk perawatan mata melalui laser bagi penyakit mata yang disebabkan diabetes.”
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol Akhiri Puasa Juara?
-
Budget Rp20 Ribuan? 4 Tone Up Cream Tranexamic Acid Bikin Glowing dan Sehat
-
Bupati Pekalongan Non-Aktif Fadia Arafiq Disidang di Pengadilan Tipikor Semarang Pekan Depan
-
7 Rekomendasi Sunscreen Jepang Terbaik sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
-
Sempat Sebut Febrie Adriansyah Saksi, Kejagung Dikritik Tak Profesional Tangani Kasus Korupsi
-
"Nyaman Bersama Mandiri", Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan
-
Tak Melulu Jawa, Film Suanggi: Ilmu Kutukan Siap Teror Bioskop Lewat Horor Indonesia Timur
-
Ada KJ Apa, Netflix Umumkan Jajaran Pemain Serial Myron Bolitar
-
Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Benahi Tata Kelola MBG
-
Cekcok saat Rapat, 2 Pentolan Golkar Riau Ditantang Duel di Atas Ring Tinju