Suara.com - Dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 250 juta orang, penggunaan produk kayu dan kertas di Indonesia berpotensi membuat hutan gundul jika tak ditangani dengan baik.
Penggunaan kayu dan kertas yang tinggi dikhawatirkan akan mengancam keberlanjutan hutan dunia, termasuk Indonesia.
Dan meskipun kesadaran lingkungan telah tumbuh, namun keterbatasan informasi membuat masyarakat Indonesia cenderung masih kesulitan memilih produk kayu dan kertas yang mengutamakan keberlanjutan hutan.
Misalnya, penggunaan pensil untuk keperluan sehari-hari. Pensil dikenal sebagai salah satu benda yang dibuat dengan bahan baku utama kayu. Untuk itu, penting memilih produk pensil yang peduli dengan keberlangsungan lingkungan hidup.
Untuk membedakan produk yang mengutamakan keberlangsungan hutan, dibuat standar sertifikasi pengelolaan hutan yang dikembangkan oleh Forest Stewardship Council (FSC).
Standar FSC ini diupayakan dapat membuat konsumen dan industri memilih bahan baku kayu dan kertas dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab. Nah, salah satu industri yang sudah menggunakan bahan kayu dari sertifikasi FSC adalah pensil produksi Faber-Castell Indonesia.
"Sekitar 52 persen kayu dari produksi kami telah disertifikasi FSC," kata Manager Quality Control Faber-Castell Indonesia, Sapto Putranto di Pabrik FCII di kawasan Narogong, Bekasi, Senin, (15/10/2018).
Ada tiga standar pengelolaan hutan yang bertanggung jawab berdasarkan standar sertifikasi FSC. Tiga pilar tersebut adalah lingkungan, sosial, dan produksi.
Sementara itu, produk yang menggunakan bahan baku kayu dan kertas dari hutan yang bersertifikat FSC dapat dikenali dengan tanda FSC pada produk.
Baca Juga: Menteri LHK: Perhutanan Sosial Wujudkan Kesejahteraan Rakyat
Kata Sapto, selain bentuk komitmen, sertifikasi FSC sangat penting untuk penjualan produk kayu dan kertas ekspor keluar Indonesia.
"Sertifikasi (FSC) di pasar domestik tentu tidak berpengaruh, tapi pasar internasional ada yang beberapa meminta produk pensil kayu yang tersertifikasi, seperti di Eropa, Australia, dan Jepang," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence