Sebelum ke KPT MS, LPDB juga berkunjung ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Zbeef, yang berlokasi di Gedong Air, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, Lampung. Pemilik RPH Zbeef, Tampan Sujarwadi, juga mengaku butuh suntikan dana segar dari LPDB. Tidak tanggung-tanggung, dana yang dibutuhkan mencapai Rp 12 miliar.
Ketika ditanya untuk apa dana sebanyak itu, Tampan menyebut untuk perluasan pasar. Tidak saja di Bandar Lampung, tetapi juga di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.
Selain itu, untuk memaksimalkan produk turunan dari sapi seperti kerupuk kulit, kikil, sate maranggi, paru dan lain sebagainya.
Ia mengaku, selama RPH ini berdiri pada 2008 dan mulai usaha turunan produk sapi pada 2002, belum pernah mendapatkan dana bergulir dari LPDB. Meski begitu, ia tidak asing dengan LPDB, mengingat koperasi yang menjadi mitranya kerap bersentuhan dengan LPDB dan banyak juga yang mendapatkan dana LPDB.
"Ini masih dalam masa penjajakan. Saya berharap, LPDB men-support dan menyetujui permohonan saya ini. Saya siap memaparkan proposal saya. Hitungannya real dan konkrit," kata Tampan, yang mengaku omzet dari RPH miliknya bisa mencapai Rp 7,5 miliar dalam sebulan.
RPH itu mempekerjakan sekitar 42 orang dan melibatkan 620 orang pasar.
Di hadapan Direktur Pengembangan Usaha LPDB-KUMKM Iman Pribadi, dan Direktur Bisnis LPDB-KUMKM Krisdianto, Tampan juga menyampaikan, pemotongan sapi di Tempat Pemotongan Hewan (TPH) Zbeef, sudah dilakukan sesuai hukum Islam dan standar internasional.
Sebelum disembelih, sapi dimasukan terlebih dahulu ke box. Setelah itu dipingsankan dengan stunning gun.
Setelah sapi pingsan, direbahkan ke tempat penyembelihan yang mengarah ke kiblat. Saat penyembelihan selalu melafalkan asma Allah dan menggunakan alat yang tajam.
Baca Juga: LPDB-KUMKM Tahun Ini Target Salurkan Rp 1,85 Triliun Dana Bergulir
"Penyembelihan juga kami lakukan sesuai tata cara Islam. Bahkan yang menyembelih di tempat kami seorang anggota MUI," terang lelaki, yang akrab disapa Ampan ini, seraya menyampaikan para pekerjanya juga sudah mendapatkan pelatihan sembelih secara islami yang disebut dengan Juleha atau Juru Sembelih Halal.
RPH ini bertujuan untuk memenuhi stok sapi yang dibutuhkan para mitra didatangkan dari peternakan PT. Juang Jaya Abdi Alam di Sidomulyo, Lampung Selatan. Sapi-sapi hanya boleh disembelih di RPH yang sudah bermitra, tidak boleh disembelih di tempat lain.
Si setiap sapi ada chip-nya, sehingga perusahaan yang bergerak dalam penggemukan sapi bisa mengetahui, apakah sapi itu disembelih di tempat lain atau apakah sapi itu disembelih sesuai persyaratan yang berlaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
4 Rekomendasi Parfum Wangi Sabun Mandi Segar Sesuai Review Pembeli, Aroma Tahan Lama
-
BRI Kartu Kredit Hadirkan Cicilan Mulai Rp100 Ribu dengan Bunga 0 Persen
-
Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les
-
Gagal Total di Piala AFF 2026, PSSI Singgung 14 Pemain Absen Bela Timnas Indonesia
-
Raka Raki Jatim Terguncang: Finalisnya Terseret Dugaan Kekerasan Seksual & Paksa Aborsi
-
Ulasan Jakarta Sebelum Pagi: Menelusuri Misteri di Balik Kiriman Bunga
-
Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.500 Triliun, Tapi Ekonomi Daerah Tak Kunjung Terangkat
-
Liga Indonesia vs India: Adu Tradisi, Uang, Bintang Dunia, hingga Krisis Tata Kelola
-
Baca Watak Orang Lewat Weton, Begini Cara Menghitungnya
-
Paramitha Hilang 2 Tahun Ternyata Dibunuh Sopir Travel dan Dibuat Jadi Tengkorak